Rabu, 05 Desember 2018 02:30 WITA

Masih Tak Suka Makan Petai Setelah Tahu Ini Manfaatnya?

Penulis: Rizal
Editor: Fathul Khair Akmal
Masih Tak Suka Makan Petai Setelah Tahu Ini Manfaatnya?

RAKYATKU.COM - Petai atau orang Indonesia menyebutnya dengan pete adalah makanan yang memiliki aroma yang khas. Beberapa orang tidak keberatan dengan aroma yang ditimbulkan petai, tetapi beberapa orang lainnya tidak menyukai bau yang dihasilkannya. Dibalik aromanya yang menimbulkan pro kontra, faktanya petai memiliki kandungan yang baik bagi tubuh. Apa saja manfaat pete yang bisa didapatkan tubuh?

Manfaat Pete yang Tidak Boleh Disepelekan
Petai adalah makanan yang bisa dinikamati dengan beragam cara mulai dari digoreng, dibakar atau diacar. Meski memiliki aroma yang tidak semua orang suka, faktanya petai memiliki banyak manfaat kesehatan untuk tubuh.

Berikut ini adalah manfaat pete bagi kesehatan yang bisa Anda dapatkan, di antaranya:

1. Mengatasi depresi
Manfaat petai yang pertama adalah kemampuannya mengatasi depresi. Menurut survei yang dilakukan oleh MIND, di antara pasien penderita depresi, banyak dari mereka merasa lebih baik setelah makan petai.

Hal ini terjadi karena petai mengandung triptofan, sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin. Inilah yang akan membuat Anda rileks, memperbaiki mood dan secara umum membuat seseorang lebih bahagia.

2. Mengatasi PMS (premenstrual syndrome)
Manfaat makan pete selanjutnya adalah memperbaiki mood saat PMS. Saat Anda mengalami PMS, Anda tidak perlu mengonsumsi obat-obatan atau ramuan khusus. Cukup atasi dengan mengonsumsi petai. Vitamin B6 yang dikandung petai mengatur kadar gula darah sehingga dapat membantu mengatasi mood.

3. Mengatasi anemia
Karena petai memiliki kandungan zat besi yang tinggi, manfaat pete yang bisa Anda didapatkan tubuh adalah menstimulasi produksi sel darah merah dan membantu apabila terjadi anemia.

4. Mengatasi tekanan darah tinggi
Memiliki kandungan kalium yang tinggi, manfaat pete sangat baik untuk mengatasi tekanan darah. Bahkan, petai juga dipercaya mampu menurunkan risiko stroke. Menurut riset diterbitkan di The New England Journal of Medicine, memasukan petai dalam makanan sehari-hari akan menurunkan risiko kematian karena stroke sampai 40%.

5. Meningkatkan kemampuan otak
Sebuah penelitian mengungkapkan, bahwa 200 siswa di Twickenham dapat dengan mudah mengerjakan soal ujian setelah mengonsumsi petai. Dalam sehari siswa mengonsumsi petai sebanyak tiga kali.

6. Mengatasi sembelit
Karena kandungan serat yang tinggi, manfaat pete adalah mempermudah buang air besar dan menormalkan kembali sistem pencernaan. Konsumsi petai membuat Anda terhindar untuk mengonsumsi obat-obatan pencahar.

7. Mengatasi mabuk
Salah satu cara paling cepat untuk mengatasi mabuk adalah dengan milkshake petai yang diberi tambahan madu. Petai akan membantu menenangkan perut, sementara madu akan meningkatkan kadar gula darah yang turun. Sedangkan susu akan menenangkan dan kembali memperbaiki kadar cairan dalam tubuh.

Meski cara ini terdengar aneh, akan tetapi aroma yang ditimbulkan dari petai dapat membangunkan seseorang dari mabuk.

8. Mengatasi begah dan muntah
Khasiat pete lain yang bisa dirasakan tubuh adalah mengatasi rasa panas di dada yang diakibatkan karena terlalu banyak makan. Hal ini bisa terjadi karena petai memiliki efek antasid pada tubuh. Selain itu, petai juga berguna untuk menghindari muntah.

9. Mengatasi rasa gatal
Manfaat pete tidak hanya terdapat pada dagingnya, namun juga terdapat pada kulitnya. Kulit petai dipercaya bisa mengatasi rasa gatal dan bengkak yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk.

10. Menjaga sistem saraf
Dengan kandungan vitamin B dalam jumlah besar, manfaat pete yang bisa didapatkan adalah menenangkan sistem saraf.

11. Mengatasi luka lambung
Petai dapat digunakan sebagai makanan untuk merawat pencernaan karena teksturnya yang lembut dan halus. Oleh karenanya, manfaat pete dipercaya mampu menetralkan asam lambung dan mengurangi iritasi dengan melapisi permukaan dalam lambung.

12. Memberikan dorongan energi
Petai mengandung 3 macam gula alami yaitu sukrosa, fruktosa dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat. Kombinasi ini ternyata bisa membuat tubuh Anda lebih bertenaga. Sebuah riset membuktikan manfaat pete di mana dua porsi petai mampu membuat seseorang melakukan aktivitas berat selama 90 menit.

13. Menstabilkan emosi
Khasiat pete untuk pengobatan dapat dirasakan oleh penderita Seasonal Affective Disorder (SAD), jenis depresi ringan yang terjadi pada waktu yang sama setiap tahun. Kasus SAD lebih banyak dijumpai di negara dengan empat musim.

Petai dapat membantu penderita SAD kerena mengandung pendorong mood alami yaitu triptofan, salah satu jenis asam amino esensial yang dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan tubuh.

Efek triptofan secara biologis berperan dalam pembentukan serotonin. Zat neurotransmiter ini di otak dapat membuat seseorang lebih rileks dan berkaitan dengan rasa mengantuk.

14. Menghilangkan kebiasaan merokok
Khasiat pete yang jarang disadari adalah dapat membantu seseorang yang ingin berhenti merokok. Vitamin B6 dan B12, kalium dan magnesium, mampu membantu tubuh untuk mengatasi kecanduan nikotin.

15. Stres
Manfaat pete berikutnya yang bisa didapatkan tubuh karena kandungan kaliumnya. Kalium adalah mineral penting yang membantu untuk menormalkan detak jantung, mengirim oksigen ke otak dan mengatur keseimbangan cairan tubuh.

Ketika Anda stres, kecepatan metabolisme tubuh akan meningkat, sehingga akan mengurangi kadar kalium dalam tubuh. Hal ini dapat diseimbangkan dengan mengonsumsi petai.

16. Melawan bakteri
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa ekstrak biji petai mampu digunakan untuk mengatasi bakteri jahat. Ekstrak biji petai mengandung trithiolane dan hexathionine yang memiliki kemampuan antibakteri. Kesimpulan sementara dari penelitian yang sudah ada, ekstrak biji petai paling efektif melawan golongan bakteri Gram-negatif.

17. Menurunkan kadar gula darah
Khasiat pete yang terakhir adalah kemampuannya menurunkan kadar gula darah. Hal ini berkat kandungan beta-sitosterol dan stigmasterol. Meski begitu, efek menurunkan darah ini baru dilakukan pada hewan yang coba mengalami diabetes. Namun efeknya tidak muncul pada hewan yang normal.

Perlu diketahui, meski beberapa manfaat pete seperti di atas bisa Anda dapatkan, kandungan tannin yang tinggi pada petai juga mampu mengurangi kemampuan penyerapan protein dan pengolahan asam amino dalam tubuh, sehingga petai tidak direkomendasikan diberikan dalam jumlah tinggi pada anak-anak yang sedang berkembang.