Selasa, 04 Desember 2018 04:32 WITA

Benarkah Asam Urat Lebih Sering Kambuh di Malam Hari?

Editor: Aswad Syam
Benarkah Asam Urat Lebih Sering Kambuh di Malam Hari?
Ilustrasi

RAKYATKU.COM – Terdapat sebuah mitos yang dipercaya masyarakat, yakni asam urat cenderung lebih sering kambuh di malam hari. 

Dalam realitanya, mitos ini memang benar adanya. Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam jurnal berjudul Arthritis and Rheumatology, kemungkinan asam urat kambuh di malam hari, khususnya saat tidur malam, memang lebih tinggi 250 persen dibandingkan di siang hari.

Dilansir dari doktersehat, dalam penelitian yang melibatkan 700 penderita asam urat yang dilakukan selama satu tahun ini, dihasilkan fakta bahwa kekambuhan penyakit ini lebih sering muncul di waktu tengah malam sampai pukul 08.00 pagi. 

Waktu kambuhnya penyakit ini sama sekali tidak mengenal gender, usia, hingga berat badan penderitanya karena menurut para peneliti, hal ini dipengaruhi oleh menurunnya kadar hormon kortisol dan dehidrasi yang terjadi saat seseorang tidur malam.

Mengingat kekambuhan asam urat bisa sangat merepotkan penderitanya, pakar kesehatan pun menyarankan penderita asam urat untuk rutin mengonsumsi obat asam urat sehingga tidak mudah mengalami gejalanya di malam hari. Dengan mematuhi jadwal minum obat asam urat, bukannya hanya meminumnya saat gejalanya kambuh, maka serangan asam urat bisa dicegah dengan efektif.

Hal lain yang bisa kita lakukan untuk mencegah datangnya asam urat adalah dengan menghindari makanan atau minuman yang bisa memicu asam urat seperti minuman beralkohol, jeroan, daging-dagingan, dan makanan laut. 

Selain itu, ada baiknya penderita asam urat juga mengonsumsi air putih di malam hari demi membantu proses pembuangan asam urat melalui urine dan membantu kinerja ginjal dalam menyaring cairan di dalam tubuh.