Jumat, 22 April 2016 17:35 WITA

BPJS Kesehatan Tanggung Pengobatan Lakalantas Tunggal, Begini Caranya

Penulis: Andi Ilham
Editor: Sulaiman Abdul Karim
BPJS Kesehatan Tanggung Pengobatan Lakalantas Tunggal, Begini Caranya
ilustrasi lakalantas

RAKYATKU.COM, WATAMPONE - Salah satu klaim pembayaran BPJS Kesehatan yang tidak ditanggung langsung pihak rumah sakit, yakni kecelakaan lalu lintas. Hal ini dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) tentang BPJS Kesehatan yang berlaku 1 Maret 2016 lalu.

Namun beda lagi jika kasusnya adalah lakalantas tunggal. BPJS Kesehatan tetap menanggungnya. Tapi ada aturan-aturan yang harus diikuti, seperti diterangkan dalam Perpres itu. 

Perpres ini diduga belum tersosialisasi secara menyeluruh. Khususnya di Kabupaten Bone. Sejumlah pasien di rumah sakit belum mengetahui Perpres terkait fungsi BPJS tersebut. 

Seperti yang dialami pasien keluarga Syamsul Bahri, warga Jalan MH Thamrin, Watampone, belum lama ini. Keluarganya mengalami kecelakaan tunggal dan dirawat dialami di Rumah Sakit Tenriawaru, namun menanggung sendiri biaya pengobatan.

"Saat itu saya bingung, kenapa ada dibayar, padahal ada kartu BPJS," ujar Syamsul Bahri kepada sejumlah media seraya mempertanyakan fungsi BPJS tersebut.

Dia menambahkan, fungsi BPJS yang diketahuinya yakni setiap pasien ditanggung oleh BPJS ketika berada di rumah sakit. 

Terpisah, Kepala Unit Manajemen Pelayanan Kesehatan Rujukan BPJS Bone, Dr Zulkarnaen Husain, mengatakan ada dua pihak yang menanggung biaya kesehatan dan pengobatannya korban lakalantas di rumah sakit. 

Yakni BPJS dan Jasa Raharja. "Jika kecelakaan tunggal, maka harus dibuatkan surat kepolisian dan jika kecelakaan ganda maka ditanggung Jasa Raharja," terangnya, Jumat (22/4/2016).

loading...

Kata Dr Zulkarnaen, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 tahun 2016 tentang Jaminan Kesehatan, ada 17 item pengobatan yang tak ditanggung BPJS. Atutan itu berlaku mulai 1 Maret 2016 lalu.  

Beberapa diantaranya adalah penyakit akibat alkohol, minum racun, pelayan kesehatan akibat kerja atau hubungan kerja, obat terlarang, menyakiti diri sendiri (bunuh diri), pengobatan alternatif, kontrasepsi, kedaluarsa susu, akibat peralatan rumah tangga maupun bencana alam dan lain lainnya.

"Ada memang kasus beberapa hari yang lalu, pasien tidak terima dan dia mengalami kecelakaan tunggal," ujarnya.

Senada dengan Humas BPJS Cabang Bone, Indah Wardani, mengatakan pihaknya bukan tidak mau menanggung pasien. "Sesuai dengan aturan berlaku, harus melampirkan surat kecelakaan atau surat keterangan dari pihak kepolisian," katanya. Kemudian dibawa ke petugas BPJS untuk dibayarkan,"terangnya.

"Nanti kepolisian disposisi ke BPJS. Kemudian uang pembayaran kita tanggung. Paling lambat 3 hari selesai administrasinya" imbuhnya. 

Menurut Indah, pemberian tanggungan BPJS tersebut telah melalui mekanisme yakni sudah ada forum koordinasi dari pihak kepolisian sebagai mitra.

Loading...
Loading...