Rabu, 14 November 2018 01:00 WITA

30 Dokter Operasi Bayi Kembar yang Masih di Dalam Janin

Penulis: Azwar Basir
Editor: Fathul Khair Akmal
30 Dokter Operasi Bayi Kembar yang Masih di Dalam Janin
Photo Source: Flickr/Spitalier Philippe

RAKYATKU.COM - Sebuah tindakan operasi yang sangat langka dilakukan oleh tim dokter dari University College Hospital, London, Inggris. Tiga puluh dokter ini mampu mengoperasi dua janin yang masih ada di dalam kandungan hanya beberapa pekan sebelum hari perkiraan lahir. 

Kondisi kesehatan apa yang membuat janin-janin ini sampai dioperasi sebelum dilahirkan?

Ternyata, kedua janin ini mengalami spina bifida, kondisi yang membuat sumsum tulang belakang gagal berkembang dan memiliki celah. Hal ini tentu mempengaruhi perkembangan saraf dan kesehatan bayi-bayi tersebut. 
Sebenarnya, kondisi ini bisa dioperasi saat bayi sudah dilahirkan, namun dokter memutuskan untuk melakukan operasi lebih cepat demi mendapatkan hasil yang lebih baik.

Prosedur operasi yang sangat rumit ini dilakukan selama 90 menit pada musim panas 2018 lalu. Dokter harus mengoperasi perut ibu dari bayi-bayi ini sebelum memperbaiki kondisi tulang belakang bayi-bayi tersebut. 

Sempat melakukan persalinan prematur, para dokter kemudian memakai metode operasi “lubang kunci” dan memberikan obat penenang bagi sang ibu. Baik sang ibu ataupun bayinya kemudian pulih dan berada dalam kondisi yang baik.

Salah seorang dokter bedah yang terlibat, dr. Anne Dabid menyebut prosedur operasi ini sebagai sesuatu yang fantastis karena baru pertama kali dilakukan di Inggris seperti dilansir dari doktersehat.com.

Sistem kesehatan Inggris (NHS) menyebut setidaknya ada 200 anak yang lahir dengan kondisi spina bifida setiap tahunnya. Kondisi ini terjadi akibat tabung saraf bayi yang terbentuk bersama dengan pembentukan otak dan sumsum tulang belakang tidak berjalan dengan sempurna. Hal ini menyebabkan munculnya celah atau cacat pada sumsum tulang belakang.

Sayangnya, meski operasi bisa menutup celah pada tulang belakang, bisa jadi sistem saraf pada sang bayi sudah rusak sehingga menyebabkan kelumpuhan atau inkontinensia, kondisi yang bisa membuat seseorang kesulitan untuk mengendalikan buang air.

Menurut pakar kesehatan, kondisi ini terjadi akibat kurangnya asupan asam folat pada ibu hamil. Hanya saja, tidak semua ibu hamil dengan kondisi kekurangan asupan asam folat mengalaminya.

Orang yang terlahir dengan kondisi ini biasanya akan mengalami kesulitan belajar atau mengolah informasi.