Sabtu, 10 November 2018 05:00 WITA

Banyak Beredar Liquid Vape Mengandung Ekstasi

Editor: Fathul Khair Akmal
Banyak Beredar Liquid Vape Mengandung Ekstasi
Foto: Shutterstock

RAKYATKU.COM - Penggunaan liquid vape atau cairan untuk vape yang mengandung ekstasi sedang marak ditemukan di masyarakat. Polisi pun berupaya menghentikan peredarannya, karena efek dari cairan tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan si pemakai.

Sebanyak 22 merek liquid vape yang mengandung methylenedioxy methamphetamine (MDMA) atau ekstasi dan Cannabies Sintesas (ganja sintesis) telah beredar luas di 48 kota di Indonesia. Hal ini terungkap berdasarkan pendalaman polisi terhadap 18 tersangka yang memproduksi barang tersebut di perumahan mewah Kelapa Gading, Jakarta Timur.

Seperti melansir liputan6.com, kelompok yang menamai dirinya sebagai Reborn Cartel itu memproduksi 22 jenis vape dan menjualnya secara online di instagram. Pihak kepolisian berhasil membongkar kasus ini setelah melakukan investigasi sejak pertama kali tertangkap 3 pelaku pengedar pada akhir Oktober 2018.

Harga liquid vape tersebut dijual bervariasi sekitar Rp 350-450 ribu. Modus pelaku adalah dengan mendistribusikan barang haram tersebut lewat jasa antar ojek online atau menggunakan jasa ekspedisi.

"Liquid vape ini telah tersebar di 48 kota di Indonesia," kata Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak di Jalan Janur Elok, Kelapa Gading, Jakarta Timur, Kamis (8/11) seperti dikutip dari Liputan6.

Dengan adanya liquid vape ini, kemudian muncullah cara konsumsi narkoba gaya baru yang lebih praktis. Mirisnya, bahaya konsumsi ekstasi pun menjadi semakin sulit dikendalikan.

Ekstasi merupakan salah satu jenis narkoba yang sangat berbahaya. Sangat wajar ketika pihak kepolisian meminta masyarakat waspada terhadap penyebaran benda ini. Terlebih, vape memang sedang digandrungi oleh masyarakat Indonesia.

Menurut dr. Sara Elise Wijono, MRes dari KlikDokter, penggunaan ekstasi melalui cairan yang kemudian dihirup ini adalah hal baru. Biasanya ekstasi terkenal dalam bentuk pil. "Tapi, baik pil atau bentuk cairan, saya rasa sama saja bahayanya. Efek keduanya pun sudah pasti sama karena bahan pembuatnya juga sama," ujar dr. Sara.

Seperti mengutip dari drugabuse.com, tidak lama setelah menggunakan MDMA (ekstasi), pengguna dapat mengalami berbagai efek karena kombinasi sifat stimulan dan halusinogenik di dalamnya. Efek akut ekstasi dapat berlangsung dari 3 hingga 8 jam dalam bentuk sebagai berikut:

Euforia
Emosi tinggi
Halusinasi
Nafsu makan menurun dan gampang haus

Selain itu, ekstasi juga dapat berbahaya dalam jangka pendek dan dapat menyebabkan hipertermia, berkeringat, panas dingin, tekanan darah meningkat, kecemasan yang meningkat, mual, penglihatan kabur, pengetatan gigi yang tidak disengaja, ketegangan otot, tremor, dan pingsan.

Efek tak terduga lainnya dapat terjadi jika pil ekstasi dipalsukan dengan zat lain seperti metamfetamin, kafein, atau ketamin. Terlebih lagi, pengguna ekstasi sering tidak menyadari bahwa produk yang dijual bebas sering mengandung zat lain yang bisa sangat berbahaya bila dicampur dengan ekstasi.

Tags