Selasa, 06 November 2018 21:01 WITA

Bahaya Anemia Selama Kehamilan

Editor: Suriawati
Bahaya Anemia Selama Kehamilan
INT

RAKYATKU.COM - Anemia selama kehamilan adalah kondisi umum yang mengkhawatirkan. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab, gejala dan perawatannya.

Apa itu anemia
Anemia didefinisikan sebagai kekurangan zat besi. Zat besi merupakan mineral penting dalam produksi sel darah merah dan hemoglobin, yang diperlukan untuk membawa oksigen dan nutrisi lainnya ke berbagai area tubuh.

Ibu hamil lebih rentan mengalami kondisi ini karena mereka mengalami banyak perubahan fisik dan hormonal.

Anemia selama kehamilan sangat berisiko, terutama selama trimester pertama dan ketiga karena dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah. 

Anemia selama masa kehamilan akhir Anda juga akan meningkatkan risiko anemia janin. Ini adalah kejadian langka tapi sangat berbahaya, dan bahkan dapat menyebabkan gagal jantung atau kematian anak.

Penyebab
Penyebab anemia selama kehamilan termasuk kehilangan darah, perkembangan janin, pola makan yang buruk dan penyakit kronis yang sudah ada sebelumnya, seperti kanker, diabetes, dan kondisi peradangan lainnya dapat menurunkan kemampuan tubuh Anda menghasilkan hemoglobin.

Gejala
Beberapa gejala yang paling umum dari anemia selama kehamilan adalah kelelahan, sesak napas, pusing, kelemahan otot, dan detak jantung tidak teratur.

Jika Anda menduga bahwa Anda mengalami anemia selama kehamilan, kunjungan ke dokter sangat dianjurkan. Mereka dapat melakukan tes darah sederhana untuk menentukan kadar hemoglobin Anda.

Perawatan
Mengingat seberapa umum bagi wanita untuk mengalami anemia selama kehamilan, ada sejumlah perawatan yang bisa Anda dapatkan untuk mengatasinya:

  • Suplemen zat besi

Ini adalah rekomendasi paling mudah dan paling umum untuk mengatasi anemia selama kehamilan. Meskipun suplemen zat besi dapat meningkatkan konsentrasi zat besi dalam tubuh, masalah yang lebih besar mungkin ketidakmampuan untuk menyerap zat besi, yang dapat dikurangi dengan asupan vitamin C.

  • Vitamin pranatal

Vitamin prenatal dapat memastikan bahwa kadar zat besi Anda tetap memadai selama kehamilan.

  • Diet kaya zat besi

Pilihan diet Anda akan memiliki dampak terbesar pada jumlah zat besi dalam tubuh Anda. Selama hamil, konsumsilah makanan seperti bayam, daging merah, kacang polong, makanan tinggi pati dan buah kering. 

  • Konsumsi vitamin C

Asam askorbat sangat penting untuk penyerapan zat besi dalam usus. Dengan memastikan bahwa Anda memiliki kadar vitamin C yang tepat, Anda dapat secara efektif menghindari anemia selama kehamilan. Konsumsi makanan seperti buah jeruk, berdaun hijau sayuran dan paprika dalam diet Anda untuk hasil yang lebih baik.