Rabu, 07 November 2018 01:00 WITA

Obat Nyamuk Semprot Berbahaya bagi Paru-paru, Benarkah?

Editor: Nur Hidayat Said
Obat Nyamuk Semprot Berbahaya bagi Paru-paru, Benarkah?
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Semprotan anti serangga atau obat nyamuk semprot lazim digunakan di rumah-rumah di Indonesia. Cukup ampuh memang mengusir nyamuk dan serangga lainnya. Tapi bagaimana efek bahan kimia di dalam semprotan tersebut bagi organ paru?

Biasanya ketika obat antinyamuk disemprotkan, baunya yang sangat menyengat cukup mengganggu. Tak jarang, setiap habis menyemprotkannya, orang memilih untuk menjauh dari sumber bau tersebut agar tak terhirup.

Obat semprot nyamuk yang terhirup memang berbahaya. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan pyrethrum dan cypermethrin yang biasanya ada di dalam obat semprot tersebut.

"Bila secara berlebihan terhirup oleh manusia, obat nyamuk semprot bisa berbahaya bagi paru-paru. Oleh sebab itu, penggunaannya harus dipertimbangkan" ujar dr Atika dari KlikDokter.

Pyrethrum adalah nama umum yang diberikan untuk insektisida yang berasal dari bunga kering dan bubuk aster pyrethrum (Chrysanthemum cinerariaefolium, C. coccineum dan C. marshalli). 

Bunga-bunga ini mengandung pyrethrins, yang merupakan senyawa alami bersifat insektisida. Meskipun dianggap sebagai salah satu insektisida yang paling tidak beracun, pyrethrum dapat menimbulkan beberapa bahaya ketika digunakan.

Pyrethrum adalah insektisida alami yang digunakan untuk membunuh berbagai serangga atau nyamuk dengan menyerang sistem saraf serangga, yang akhirnya membunuh mereka. Pyrethrum adalah insektisida kontak, yang berarti bahan kimia harus menyentuh serangga untuk membunuhnya.

Sebagai salah satu pestisida komersial paling beracun, zat ini memiliki sifat yang cepat merusak di lingkungan dan tubuh manusia. Itulah mengapa Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat mengharuskan produk yang mengandung pyrethrum sebagai bahan aktif menyertakan label "hati-hati" pada kemasan produknya. 

Jika kontak pyrethrum merusak kulit, bisa timbul iritasi yang dapat semakin parah bila terkena paparan sinar matahari.

Di sisi lain, menghirup pyrethrum memiliki risiko yang lebih serius bagi paru-paru Anda. Respons individu untuk menghirup insektisida ini sebenarnya bervariasi, tetapi menghirupnya dalam jumlah besar dapat menyebabkan kesulitan bernapas.

Selain itu Anda bisa mengalami bersin dan iritasi pada hidung. Rasa sakit lain yang ditimbulkan akibat pyrethrum adalah sakit kepala, mual, pembengkakan, kehilangan koordinasi, tremor, kejang, dan sensasi terbakar atau gatal.

Selain pyretherum, kandungan lain dari obat nyamuk semprot adalah cypermethrin. The National Library of Medicine's Toxicology Data Network melaporkan bahwa paparan cypermethrin yang berlebihan dapat menyebabkan sesak napas, batuk, dan "bengek" hingga serangan asma dan mengi.

Menghirup cypermethrin juga dapat menyebabkan reaksi hipersensitif yang mengarah ke pneumonitis dan edema paru. Gejala yang dilaporkan setelah penggunaan obat semprit tersebut juga terkait iritasi saluran napas, pusing, sakit kepala, dan bersin. Tak hanya itu, terdapat juga laporan tentang paralisis pernapasan dan henti jantung, tetapi reaksi ini jarang terjadi.

Jika Anda terpaksa harus menggunakan obat nyamuk semprot agar rumah terbebas dari serangga atau nyamuk, maka berhati-hatilah dalam menyemprotkannya. Coba gunakan masker setiap kali Anda hendak menyemprotkannya.

Di sisi lain, jika Anda sampai menghirupnya secara berlebihan dan sudah mulai merasa terganggu dengan zat yang terhirup, jangan panik. Segera keluar dari ruangan dan cari udara segar. Sedangkan, bila Anda menunjukkan gejala seperti sesak napas, mual, muntah, dan kejang, sebaiknya segera cari bantuan medis.

Sumber: KlikDokter.com