Selasa, 06 November 2018 16:59 WITA

Ini yang Terjadi Pada Anak Jika Sering Dipukul

Editor: Suriawati
Ini yang Terjadi Pada Anak Jika Sering Dipukul
INT

RAKYATKU.COM - Kelompok dokter anak terkemuka AS memperingatkan para orang tua bahwa memberikan hukuman fisik kepada anak bisa menyebabkan bahaya jangka panjang.

Menurut American Academy of Pediatrics, memukul anak bisa menyebabkan perubahan otak, dan membuat mereka berpotensi menggunakan zat berbahaya serta mendorong upaya bunuh diri di masa dewasa.

Mereka mengatakan bahwa orang tua tidak boleh memukul, menampar, mengancam, menghina, atau mempermalukan anak-anak mereka. Sebaliknya, mereka harus mencari bentuk pendisiplinan yang 'sehat'.

"Meskipun banyak anak-anak yang dipukuli menjadi orang dewasa yang bahagia dan sehat, bukti saat ini menunjukkan bahwa memukul tidak diperlukan dan dapat mengakibatkan bahaya jangka panjang," saran akademi.

American Academy of Pediatrics, mengutip studi yang diterbitkan dalam dua dekade terakhir, yang mendukung bukti bahwa memukul pantat anak dapat membuat anak-anak lebih agresif dan menentang.

Penelitian lain telah menghubungkan hukuman fisik di masa kanak-kanak dengan perubahan otak ketika mereka dewasa, termasuk mengurangi materi abu-abu dan peningkatan kadar hormon stres.

Perilaku bunuh diri, penyalahgunaan zat dan amarah adalah salah satu konsekuensi jangka panjang dari memukul anak.

American Academy of Pediatrics juga memperingatkan orang tua untuk tidak melakukan pelecehan verbal yang keras termasuk mempermalukan anak-anak, karena itu bisa menyebabkan depresi pada remaja.

Kelompok ini juga menyarankan orang tua untuk memberikan mainan favorit anak atau mengurangi penggunaan alat elektronik seperti Tv dan smartphone.