Selasa, 30 Oktober 2018 15:25 WITA

Teh Pisang: Manfaat dan Cara Membuat

Editor: Suriawati
Teh Pisang: Manfaat dan Cara Membuat
INT

RAKYATKU.COM - Pernahkah Anda mencicipi teh pisang? Yah, seperti namanya ini adalah jenis teh yang terbuat dari buah pisang.

Spesies pisang yang paling umum digunakan adalah Musa balbisiana dan Musa acuminata, dan ini diproduksi di seluruh dunia, terutama di Karibia, serta Amerika Tengah dan Selatan.

Manfaat teh pisang
Minum teh pisang sangat dianjurkan untuk orang yang menderita insomnia, depresi, kecemasan kronis, kekebalan rendah, fungsi metabolisme yang buruk, tekanan darah tinggi, osteoporosis, masalah pencernaan, obesitas, dan iritasi kulit, serta mereka yang baru sembuh dari penyakit yang panjang, seperti operasi atau cedera.

Bagaimana cara membuat teh pisang?
Anda dapat membuat teh pisang di rumah dalam hitungan menit, dan yang Anda butuhkan hanyalah pisang organik, air panas, dan pemanis seperti madu atau kayu manis untuk meningkatkan rasa.

Bahan:
1 pisang organik (ujungnya dipotong)
6 gelas air
Kayu manis atau madu, secukupnya

Cara membuat:

  • Didihkan air hingga mendidih dalam panci stainless steel
  • Tambahkan pisang ke air mendidih.
  • Biarkan selama 10 menit.
  • Matikan kompor dan saring teh.
  • Tambahkan kayu manis atau madu, dan nikmatilah!

Anda juga bisa membuat teh kulit pisang, dan manfaatnya sama.

Bahan:
Kulit pisang segar
1 gelas air
Madu
Kayu manis (opsional)

Cara membuat

  • Bekukan kulit pisang sampai menjadi keras.
  • Kumpulkan semua kulit dan cairkan dalam panci (selama 1-2 jam) sampai berubah menjadi hitam.
  • Panggang kulit dalam oven pada suhu 65C selama 30-45 menit.
  • Giling kulit pisang yang sudah dipanggang dan simpan dalam wadah kedap udara.
  • Didihkan air dalam panci stainless steel dan tambahkan bubuk kulit pisang.
  • Biarkan selama beberapa menit
  • Saring teh, tambahkan madu dan kayu manis secukupnya, dan nikmati teh!

Catatan:

  1. Kulit pisang tanah sama kuatnya dengan teh hitam jadi gunakan sesuai selera Anda.
  2. Pisang hijau adalah pilihan yang lebih baik daripada yang matang sepenuhnya, karena kulit hijau ini memiliki tingkat probiotik yang lebih tinggi, serta pati tahan yang tidak dapat dengan cepat dicerna oleh tubuh, ini dapat merangsang aktivitas pembakaran lema.