Minggu, 28 Oktober 2018 06:30 WITA

Tips Merangsang Perkembangan Anak

Editor: Eka Nugraha
Tips Merangsang Perkembangan Anak

RAKYATKU.COM -- Rangsangan terhadap anak sangat penting di periode emas 0-5 tahun. Perkembangan anak sangat dipengaruhi dengan rangsangan-rangsangan itu. Hanya saja, setiap masa usia, ada perbedaan cara merangsangnya.

Berdasarkan penelitian, perkembangan anak paling mendasar terjadi pada 0-5 tahun. Hampir 50 persen kemampuan dan kecerdasan anak berkembang pada usia itu. Setelahnya, perkembangan terus terjadi pada usia di atas 5 tahun. Sebanyak 30 persen perkembangan ini dipengaruhi oleh faktor eksternal pada usia di atas 5 tahun. Perkembangan ini akan mencapai puncaknya ketika anak itu sekitar 18 tahun.

Hal ini menandakan jika usia 0-5 tahun adalah periode kritis untuk anak. Pertumbuhan dan perkembangan bisa sangat menentukan di usia ini hingga dia dewasa. Karenanya, periode ini seharusnya bisa dimanfaatkan secara optimal, karena hanya datang sekali saja.

Ada berbagai macam cara untuk melakukan ransangan pada usia 0-5 tahun. Caranya berbeda-beda, sesuai dengan kondisi fisik anak. Informasi ini cukup penting bagi orang tua sebagai bahan untuk dipelajari. Tidak ada salahnya menerapkan hal ini untuk mengoptimalkan perkembangan anak Anda.

1. Usia 0 – 4 Bulan

Pada usia usia ini, orang tua sangat disarankan untuk lebih sering memeluk dan menimang anak dengan penuh kasih sayang. Hal ini perlu untuk membangun kedekatan antara orang tua dan anak sejak awal.

Anak pada usia ini juga sudah mulai melihat dan mendengar. Oleh karena itu, mereka tertarik dengan benda-benda yang berwarna cerah. Mereka juga bisa mendengarkan suara-suara yang merdu. Anda disarankan untuk menggantung benda-benda yang berwarna cerah di sekitar tempat tidur anak. Sesekali, ajaklah anak Anda untuk tertawa atay mendengarkan alunan musik.

2. Usia 4-6 Bulan

Pada usia ini, anak akan lebih sering tengkurap. Dia juga sudah mulai bermain. Benda-benda yang dianggapnya menarik akan diambilnya. Matanya akan mengikuti pergerakan benda-benda yang dianggapnya.

Pada masa ini, Anda bisa merangsang anak Anda dengan memperlihatkan benda yang bergerak di lantai. Misalnya, Anda bisa menggerakkan mobil-mobilan di hadapannya dari kiri ke kanan. Berikanlah benda-benda yang besar, sebaiknya hindarkan benda-benda kecil di sekitar anak Anda untuk mengantisipasi jika anak Anda menelan benda kecil itu.

3. Usia 6-12 Bulan

Pada usia ini, anak akan mulai belajar untuk duduk. Mereka juga sudah mulai memegang benda yang diinginkannya. Dia juga mulai belajar menyebutkan kata-kata yang mudah. Misalnya, ma-ma, atau pa-pa.

Pada usia ini, Anda disarankan untuk mulai memberikan tantangan kepada anak Anda. Misalnya mengajarinya untuk duduk. Bisa juga mengajarinya untuk berbicara kata yang mudah. Seperti pa-pa dan ma-ma. Berikan pula mainan yang aman.

4. Usia 1 – 2 Tahun

Pada usia ini, anak Anda akan mulai berjalan dan berlari. Mulailah ajari anak Anda memanjat di tangga yang aman. Tetapi setiap saat pantaulah pergerakannya.

Pada masa ini, Anda juga sudah bisa mengajaknya untuk mencoret-coret kertas. Bisa juga diajari untuk bernyanyi atau bermain. Pada masa ini, Anda disarankan untuk tidak membentaknya jika menghadapi kesalahan. Tujuannya agar anak Anda tidak mengalami takut. Salah satu tantangan yang bisa diberikan kepada anak di usia ini adalah bermain air.

5. Usia 2 – 3 Tahun

Pada usia ini, anak Anda sudah bisa diajar untuk mandiri. Anda sudah bisa mengajaknya untuk memakai baju sendiri. Bisa juga mengajaknya untuk makan dan minum dengan piringnya sendiri.

Salah satu ransangan yang bisa Anda lakukan adalah dengan memberikan pengetahuan tentang mandi, buang air besar dan buang air kecil secara mandiri. Anda juga sudah bisa memberikan tantangan untuk berenang di tempat yang dangkal.

6. Usia 3 – 5 Tahun

Pada usia ini, Anda sudah bisa mengenalkan anak dengan teman-temannya. Mereka akan lebih mudah mempelajari perkembangan dengan bermain bersama dengan teman-temannya.

Salah satu tantangan yang Anda bisa berikan adalah dengan meminta sang Anak untuk bercerita tentang apa yang dia lakukan. Jika sudah mulai bermain dengan teman-temannya, tetap awasi pertemanan anak Anda. Jangan sampai, teman anak Anda memberikan pengetahuan yang negatif dan berbahaya. Untuk lebih mengoptimalkan perkembangan anak, Anda juga bisa mengajak anak Anda untuk mencoba hal-hal baru.

Tips Merangsang Perkembangan Anak

loading...

RANSANGAN terhadap anak sangat penting di periode emas 0-5 tahun. Perkembangan anak sangat dipengaruhi dengan ransangan-rangsangan itu. Hanya saja, setiap masa usia, ada perbedaan cara merangsangnya.

Berdasarkan penelitian, perkembangan anak paling mendasar terjadi pada 0-5 tahun. Hampir 50 persen kemampuan dan kecerdasan anak berkembang pada usia itu. Setelahnya, perkembangan terus terjadi pada usia di atas 5 tahun. Sebanyak 30 persen perkembangan ini dipengaruhi oleh faktor eksternal pada usia di atas 5 tahun. Perkembangan ini akan mencapai puncaknya ketika anak itu sekitar 18 tahun.

Hal ini menandakan jika usia 0-5 tahun adalah periode kritis untuk anak. Pertumbuhan dan perkembangan bisa sangat menentukan di usia ini hingga dia dewasa. Karenanya, periode ini seharusnya bisa dimanfaatkan secara optimal, karena hanya datang sekali saja.

Ada berbagai macam cara untuk melakukan ransangan pada usia 0-5 tahun. Caranya berbeda-beda, sesuai dengan kondisi fisik anak. Informasi ini cukup penting bagi orang tua sebagai bahan untuk dipelajari. Tidak ada salahnya menerapkan hal ini untuk mengoptimalkan perkembangan anak Anda.

1. Usia 0 – 4 Bulan

Pada usia usia ini, orang tua sangat disarankan untuk lebih sering memeluk dan menimang anak dengan penuh kasih sayang. Hal ini perlu untuk membangun kedekatan antara orang tua dan anak sejak awal.

Anak pada usia ini juga sudah mulai melihat dan mendengar. Oleh karena itu, mereka tertarik dengan benda-benda yang berwarna cerah. Mereka juga bisa mendengarkan suara-suara yang merdu. Anda disarankan untuk menggantung benda-benda yang berwarna cerah di sekitar tempat tidur anak. Sesekali, ajaklah anak Anda untuk tertawa atay mendengarkan alunan musik.

2. Usia 4-6 Bulan

Pada usia ini, anak akan lebih sering tengkurap. Dia juga sudah mulai bermain. Benda-benda yang dianggapnya menarik akan diambilnya. Matanya akan mengikuti pergerakan benda-benda yang dianggapnya.

Pada masa ini, Anda bisa merangsang anak Anda dengan memperlihatkan benda yang bergerak di lantai. Misalnya, Anda bisa menggerakkan mobil-mobilan di hadapannya dari kiri ke kanan. Berikanlah benda-benda yang besar, sebaiknya hindarkan benda-benda kecil di sekitar anak Anda untuk mengantisipasi jika anak Anda menelan benda kecil itu.

3. Usia 6-12 Bulan

Pada usia ini, anak akan mulai belajar untuk duduk. Mereka juga sudah mulai memegang benda yang diinginkannya. Dia juga mulai belajar menyebutkan kata-kata yang mudah. Misalnya, ma-ma, atau pa-pa.

Pada usia ini, Anda disarankan untuk mulai memberikan tantangan kepada anak Anda. Misalnya mengajarinya untuk duduk. Bisa juga mengajarinya untuk berbicara kata yang mudah. Seperti pa-pa dan ma-ma. Berikan pula mainan yang aman.

4. Usia 1 – 2 Tahun

Pada usia ini, anak Anda akan mulai berjalan dan berlari. Mulailah ajari anak Anda memanjat di tangga yang aman. Tetapi setiap saat pantaulah pergerakannya.

Pada masa ini, Anda juga sudah bisa mengajaknya untuk mencoret-coret kertas. Bisa juga diajari untuk bernyanyi atau bermain. Pada masa ini, Anda disarankan untuk tidak membentaknya jika menghadapi kesalahan. Tujuannya agar anak Anda tidak mengalami takut. Salah satu tantangan yang bisa diberikan kepada anak di usia ini adalah bermain air.

5. Usia 2 – 3 Tahun

Pada usia ini, anak Anda sudah bisa diajar untuk mandiri. Anda sudah bisa mengajaknya untuk memakai baju sendiri. Bisa juga mengajaknya untuk makan dan minum dengan piringnya sendiri.

Salah satu ransangan yang bisa Anda lakukan adalah dengan memberikan pengetahuan tentang mandi, buang air besar dan buang air kecil secara mandiri. Anda juga sudah bisa memberikan tantangan untuk berenang di tempat yang dangkal.

6. Usia 3 – 5 Tahun

Pada usia ini, Anda sudah bisa mengenalkan anak dengan teman-temannya. Mereka akan lebih mudah mempelajari perkembangan dengan bermain bersama dengan teman-temannya.

Salah satu tantangan yang Anda bisa berikan adalah dengan meminta sang Anak untuk bercerita tentang apa yang dia lakukan. Jika sudah mulai bermain dengan teman-temannya, tetap awasi pertemanan anak Anda. Jangan sampai, teman anak Anda memberikan pengetahuan yang negatif dan berbahaya. Untuk lebih mengoptimalkan perkembangan anak, Anda juga bisa mengajak anak Anda untuk mencoba hal-hal baru.

Tags
Loading...
Loading...