Rabu, 24 Oktober 2018 04:30 WITA

Begini Cara Rokok Merusak Sistem Pencernaan Tubuh

Editor: Fathul Khair Akmal
Begini Cara Rokok Merusak Sistem Pencernaan Tubuh
Ilustrasi

RAKYATKU.COM - Pakar kesehatan telah berkali-kali menyarankan kita untuk menghindari asap rokok. Dengan menjadi perokok aktif, kita akan memasukkan berbagai zat kimia berbahaya dan zat beracun yang tentu bisa merusak kesehatan tubuh. Tak hanya buruk bagi saluran pernapasan, asap rokok juga akan menyebabkan gangguan pencernaan dan memicu datangnya penyakit berbahaya.

Saat kita terpapar asap rokok, maka kita pun akan lebih rentan terkena infeksi bakteri H.Pylori. Sebagai informasi, bakteri ini bisa menyebabkan datangnya tukak lambung, kondisi dimana lambung mengalami luka yang tentu akan menyebabkan gangguan pencernaan dan peningkatan produksi asam lambung. Padahal, jika hal ini dibiarkan, maka risiko untuk terkena kenaikan asam lambung yang bisa naik hingga ke kerongkongan atau mulut akan meningkat. 

Tak hanya bisa menyebabkan sensasi mual dan menurunkan nafsu makan, dalam banyak kasus kondisi ini bisa menyebabkan sensasi nyeri dan terbakar di dada. Bahkan, dinding bagian dalam kerongkongan akan berisiko lebih besar terkena pendarahan. Selain itu, keberadaan tukak lambung juga berpotensi membuat munculnya bisul yang sangat berbahaya di lambung atau usus halus.

Telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa kebiasaan merokok bisa menyebabkan peningkatan risiko terkena peradangan usus yang akhirnya berimbas pada datangnya penyakit crohn. 

Dikutip dari doktersehat.com, peradangan ini juga bisa berimbas pada sensasi nyeri pada usus, diare, hingga pendarahan di dalam usus yang ditunjukkan dengan gejala perubahan warna kotoran atau adanya darah yang ikut keluar saat buang air besar.

Kebiasaan merokok seringkali dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker paru. Padahal, bagian tubuh lainnya juga akan ikut berisiko terkena kanker jika kita terus melakukan kebiasaan yang sangat tidak sehat ini. 

Di dalam saluran pencernaan misalnya, kita akan lebih berisiko terkena kanker perut, kanker usus, dan kanker kolorektal. Kasus kanker di dalam saluran pencernaan biasanya tidak mudah dideteksi sejak dini sehingga membuat penderitanya lebih rentan terkena kematian dini.

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya memang kita tidak lagi merokok demi mencegah datangnya masalah-masalah kesehatan tersebut.