Selasa, 23 Oktober 2018 05:30 WITA

Ssttt...Jangan Babat Habis Bulu Kemaluan, Ini Alasannya

Editor: Aswad Syam
Ssttt...Jangan Babat Habis Bulu Kemaluan, Ini Alasannya
Ilustrasi

RAKYATKU.COM – Orang-orang yang menggunduli bulu kemaluannya sampai mulus, oleh pakar kesehatan disebut sebagai spornosexual. 

Istilah ini muncul karena insiprasi dari menggunduli bulu kemaluan ini muncul setelah melihat film porno, dimana para aktor dan aktrisnya memang menggunduli habis bulu kemaluannya.

Meskipun terlihat lebih nyaman karena tidak ada lagi bulu kemaluan yang merepotkan, pakar kesehatan menyebutkan, menggunduli bulu kemaluan bisa membuat kita lebih rentan terkena infeksi menular seksual saat berhubungan intim. Fakta ini diungkapkan dalam jurnal berjudul Sexually Transmitted Infections.

Dilansir dari doktersehat, dalam penelitian ini yang melibatkan 7.580 orang dewasa dari Amerika Serikat ini, disebutkan, mencukur habis bulu kemaluan akan meningkatkan resiko terkena infeksi menular seksual hingga 80 persen. Bahkan, jika kita menggunduli bulu kemaluan hingga lebih dari 11 kali dalam setahun, maka resiko ini bisa meningkat dengan signifikan.

Tanpa kita sadari, setelah menggunduli bulu kemaluan, ada sedikit lecet-lecet atau iritasi pada area sekitar kemaluan yang ternyata bisa menjadi jalan masuk bagi bakteri, kuman, atau bahkan virus penyebab penyakit, termasuk yang memicu infeksi menular seksual. Tak hanya itu, dengan menggunduli bulu kemaluan, kita cenderung lebih percaya diri dalam berhubungan intim sehingga akan lebih memungkinkan untuk melakukan posisi seks yang berisiko.

Demi mencegah hal ini, ada baiknya kita menunggu beberapa hari setelah mencukur habis bulu kemaluan sebelum berhubungan intim sehingga kulit sudah dalam kondisi pulih sehingga resiko untuk terkena infeksi menular seksual menurun.