Minggu, 14 Oktober 2018 01:30 WITA

Perokok Berat Jarang Terkena Kanker Paru-paru, Begini Penjelasannya

Editor: Eka Nugraha
Perokok Berat Jarang Terkena Kanker Paru-paru, Begini Penjelasannya

RAKYATKU.COM --- Kasus kanker paru-paru memang sebagian besar disebabkan oleh rokok. Menariknya, ada sebagian dari perokok berat yang justru tidak mengidap kanker paru-paru.

Seperti dilansir dari Reuters, peneliti telah melakukan kajian mengenai hal itu. Ternyata, hal yang menyebabkan perokok berat terhindar dari kanker paru-paru adalah kadar vitamin B6 dan protein esensial. 

Kadar ini ada di dalam darah setiap orang. Mereka yang memiliki kadar ini, memiliki risiko lebih rendah terkena kanker paru-paru daripada mereka yang kekurangan nutrisi ini.

Para ilmuwan di Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) mengatakan bahwa meskipun mereka tidak menemukan hubungan sebab akibat, hasil studi itu mungkin menjadi petunjuk mengapa beberapa perokok tidak pernah terkena kanker paru-paru.

Studi IARC,meneliti sekitar 900 orang dengan kanker paru-paru, dan menemukan adanya kaitan antara risiko kanker paru-paru dengan kadar rendah vitamin B6 dan asam amino yang disebut metionin. Asam amino ini ditemukan dalam protein seperti daging, ikan dan kacang-kacangan. B6 juga ditemukan dalam daging, kacang, sayuran, dan pisang.

"Apa yang kami temukan adalah bahwa kedua hal ini adalah penanda kuat risiko kanker paru-paru, tetapi kami belum menunjukkan bahwa mereka menyebabkan peningkatan risiko," kata Paul Brennan dari IARC. 

"Ini menunjukkan bahwa makanan mungkin memiliki peran penting dalam perkembangan kanker paru-paru, tetapi masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa jika Anda mengubah menu makanan dan makan lebih banyak makanan dengan vitamin ini, maka Anda akan mengubah risiko kanker paru-paru masa depan," kata dia.

Sebuah studi yang pernah dilakukan Swedia pada 2005 juga menemukan bahwa wanita dengan kadar vitamin B6 yang tinggi memiliki risiko lebih rendah terkena kanker kolorektal.

"Pada dasarnya, vitamin B dan nutrisi ini semuanya terlibat dalam jalur yang bertanggung jawab untuk penciptaan dan pemeliharaan DNA," kata Brennan.