Sabtu, 13 Oktober 2018 11:58 WITA

Kafein Selama Kehamilan: Apakah Boleh?

Editor: Suriawati
Kafein Selama Kehamilan: Apakah Boleh?
INT

RAKYATKU.COM - Selama hamil, calon ibu harus memperhatikan makanan dan minuman yang mereka konsumsi, untuk memastikan kesehatan janin dalam kandungannya.

Salah satu contoh kafein. Bisakah ibu hamil meminumnya? Pada dasarnya kafein kafein tidak dilarang keras selama kehamilan. Akan tetapi itu bisa menyebabkan komplikasi berbahaya yang dapat membahayakan ibu dan bayinya, jika dikonsumsi terlalu berlebihan.

Seperti dilansir dari Organic Facts, wanita hamil dapat membatasi konsumsi kafein mereka hingga 200 mg sehari. 

Ingat bahwa kafein adalah stimulan, yang berarti bahwa kafein akan meningkatkan tingkat energi, serta metabolisme Anda , yang dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah Anda. Selama hamil, Anda harus mengendalikan organ vital ini, untuk mengurangi stres pada bayi.

Kafein juga bersifat diuretik, yang dapat mempengaruhi tekanan darah, keseimbangan cairan, frekuensi buang air kecil dan tingkat hidrasi.

Yang paling mengkhawatirkan, kafein dapat diteruskan ke janin yang sedang berkembang di dalam rahim ibu.

Tapi kabar baiknya, tubuh dapat memproses kafein selama kehamilan, asalkan Anda mengkonsumsinya dalam jumlah sedang. 

Seperti dikatakan sebelumnya, jumlah kafein selama kehamilan yang dianggap aman adalah sekitar 200 mg per hari. Itu kira-kira satu cangkir kopi ukuran sedang.

Oh iya, perlu dipahami bahwa kopi bukan satu-satunya sumber kafein. Teh juga mengandung kafein. Jadi jangan sampai Anda keliru menggantikan kopi dengan teh untuk tujuan menghindari kafein.

Bukan hanya itu. Ada sejumlah makanan dan minuman lain yang mengandung kafein, seperti cokelat,  minuman berenergi, soda, permen, cokelat panas, penyegar napas, penghilang, dll.

Jadi jika Anda hamil, ingatlah untuk menyadari semua sumber kafein, bukan hanya kopi.