Sabtu, 13 Oktober 2018 06:30 WITA

Diabetes Sembuh dengan Puasa 3 Kali Sepekan

Editor: Nur Hidayat Said
Diabetes Sembuh dengan Puasa 3 Kali Sepekan

RAKYATKU.COM - Diabetes melitus adalah penyakit jangka panjang atau kronis. Diabetes biasa ditandai dengan kadar gula darah yang jauh di atas normal.

Gula darah sesungguhnya sangat penting bagi kesehatan dan aktivitas kita, karena menjadi salah satu sumber energi utama. Bahkan otak kita pun menggunakan gula darah, selain sel-sel yang membentuk otot serta jaringan pada tubuh.

Penyakit diabetes ini memiliki dua jenis utama, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Jika Anda ingin jauh dari penyakit ini, maka berpuasalah tiga kali dalam sepekan. Sudah terbukti secara ilmiah.

Hal terbukti kepada tiga pasien dengan diabetes tipe 2, yang kondisi mereka membaik usai berpuasa selama 24 jam selama tiga kali sepekan.

Dokter di Scarborough Hospital, Ontario, membagi-bagikan rencana diet radikal ini kepada tiga pasiennya yang berusia antara 40 dan 67 tahun.

Mereka semua mengonsumsi insulin dan berbagai obat lain, untuk mengendalikan kondisi gula darah mereka. Mereka semua juga memiliki tekanan darah tinggi dan kolesterol.

Dua dari pria itu kemudian berpuasa dua hari sekali selama 24 jam penuh. Yang ketiga berpuasa tiga hari seminggu. Mereka mengklaim, diet yang ketat itu sangat berpengaruh.

Pada saat mereka tidak berpuasa, para pria diizinkan minum air dan minuman berkalori sangat rendah, seperti teh, kopi atau kaldu.

Mereka hanya makan makanan rendah kalori di malam hari, menurut laporan tentang penyembuhan diabetes tipe 2 yang diterbitkan dalam Laporan Kasus BMJ.

Sebelum memulai puasanya, para pria itu mengikuti program pelatihan gizi selama enam jam. Termasuk informasi tentang cara mengelola diabetes tipe 2, melalui diet dan bagaimana kondisi bisa memburuk.

Sepuluh bulan setelah memulai rencana ini, kadar gula darah, berat badan dan ukuran pinggang mereka dicatat. Ketiga pria itu juga berhenti menyuntikkan insulin ke tubuhnya, dalam waktu satu bulan setelah mulai berpuasa.

Selain insulin, dua pria juga berhenti mengonsumsi semua obat diabetes lainnya. Yang ketiga menghentikan tiga dari empat obat yang dia gunakan.

Ketiga pria itu kehilangan antara 10 dan 18 persen berat badan mereka, pada akhir penelitian. Tingkat gula darah mereka juga menurun, yang dapat membantu mencegah komplikasi diabetes, menurut para peneliti.

Komplikasi dapat termasuk kebutaan, kerusakan ginjal dan bahkan amputasi anggota tubuh.

"Serangkaian kasus ini menunjukkan bahwa, puasa 24 jam dapat secara signifikan membalikkan atau menghilangkan kebutuhan akan obat diabetes sekaligus menyembuhkannya," ungkap peneliti.

Para peneliti menekankan, bagaimanapun, penelitian ini hanya melibatkan tiga pria saja. Dan karena itu tidak dapat disimpulkan, apakah puasa sepanjang hari bisa menyembuhkan mayoritas penderita diabetes tipe 2.

Sekitar 23,1 juta orang di Amerika Serikat dan empat juta di Inggris, didiagnosis menderita diabetes mellitus. Di mana sekitar 90 persen memiliki diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 2 terjadi ketika seseorang tidak menghasilkan cukup insulin, atau tidak menanggapi hormon tersebut. Ini biasanya terkait dengan obesitas.

Meskipun perubahan gaya hidup adalah kunci untuk mengelola penyakit ini, mereka tidak dapat selalu mengontrol kadar gula darah pasien.

Operasi bariatric, meskipun efektif, juga disertai risiko, mereka menambahkan. Ini bisa termasuk pendarahan yang berlebihan, infeksi dan bahkan kematian.

Sumber: Bakul, Daily Mail