Rabu, 10 Oktober 2018 13:55 WITA

Asupan Gula Berlebih Bisa Membuat Anak-anak Berperilaku Buruk

Editor: Suriawati
Asupan Gula Berlebih Bisa Membuat Anak-anak Berperilaku Buruk
INT

RAKYATKU.COM - Anak-anak yang mengonsumsi terlalu banyak gula lebih mungkin melakukan kekerasan, minum alkohol dan merokok.

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Bar Ilan di Israel mempelajari 137.284 anak berusia 11 tahun, 13 tahun, atau 15 tahun yang tinggal di 25 negara Eropa dan Kanada.

Dalam penelitian ini, periset menggunakan data Health Behaviour in School-Aged Children, dari Universitas St Andrews dan Organisasi Kesehatan Dunia 2013-2014.

Informasi dikumpulkan dari Austria, Belgia, Kanada, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Irlandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luksemburg, Malta, Belanda, Polandia, Portugal, Rumania, Slovakia, Slovenia, Swedia, Swiss, dan Inggris.

Para ilmuwan membandingkan berapa banyak gula yang dikonsumsi anak-anak dengan seberapa sering mereka berkelahi, menggertak anak-anak lain, mengisap rokok, minum alkohol, dan mabuk.

Anak-anak dikelompokkan berdasarkan apakah mereka memiliki konsumsi gula yang tinggi atau tidak, berdasarkan seberapa sering mereka makan coklat atau permen, atau minum minuman energi.

Mereka menemukan 'hubungan yang kuat dan konsisten' antara asupan makanan manis dengan perilaku buruk.

Studi ini dianggap sebagai yang pertama dalam mempelajari efek gula pada kekerasan dan penyalahgunaan zat pada anak-anak.

Studi ini tidak menjelaskan berapa banyak gula yang dianggap terlalu banyak, tetapi NHS memiliki pedoman yang jelas. Anak-anak berusia di atas 11 tahun tidak boleh mengonsumsi lebih dari 30 gram gula tambahan. Sementara anak-anak yang lebih muda (anak usia empat hingga enam tahun) seharusnya tidak mengonsumsi lebih dari 19g gula per hari. 

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Social Science & Medicine.