Rabu, 10 Oktober 2018 01:30 WITA

Untuk Korban Gempa dan Relawan Bencana di Sulteng, Waspada Malaria

Editor: Andi Chaerul Fadli
Untuk Korban Gempa dan Relawan Bencana di Sulteng, Waspada Malaria
Relawan mengevakuasi korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (foto: Foto: BBC)

RAKYATKU.COM - Bencana gempa dan tsunami yang melanda beberapa wilayah di Sulawesi Tengah, membuat korban gempa, para relawan, dan berbagai orang yang sedang beraktivitas di wilayah tersebut, harus mewaspadai penularan malaria yang bisa saja datang sewaktu-waktu.

Kementerian Kesehatan berusaha untuk mencegah penularan malaria di wilayah. Dimana para korban dan relawan gempa berada. Padahal, di daerah ini bisa saja sudah ada nyamuk pembawa penyakit ini seperti anopheles yang sangat berbahaya.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr. Anung Sugihantono menyebutkan, wilayah Palu dan sekitarnya masih rentan terjadi penularan malaria. Tim yang dipimpin oleh dr Anung masih melakukan pendataan demi bisa merumuskan perencanaan yang tepat untuk mencegah dan menangani malaria di wilayah terdampak gempa.

Hingga saat ini, pemerintah belum benar-benar melakukan upaya untuk mencegah malaria. Relawan dan tenaga kesehatan dari Kemenkes masih fokus pada evakuasi korban dan penyelamatan korban luka akibat gempa dan tsunami. Meski ribuan korban jiwa telah ditemukan dan adanya kemungkinan korban yang masih tertimbun reruntuhan bangunan sudah membusuk, tim SAR masih melakukan proses pencarian korban.

Untuk sementara, para relawan diminta untuk meminum obat malaria demi mencegah datangnya penyakit ini. Hanya saja, lingkungan di sekitar tempat para korban mengungsi belum mendapatkan pengasapan atau fogging, dikutip dari doktersehat.com.

Dr. Anung menyebut wilayah Donggala, Parigi, dan Moutong sebagai daerah yang masih endemis malaria. Hanya saja, tidak semua desa, kelurahan, atau kecamatan di wilayah tersebut mengalaminya meskipun sebagian besar masih sering terjadi penularan malaria. Dikhawatirkan, keberadaan pengungsi yang berkumpul dan kesulitan melindungi tubuhnya dari gigitan nyamuk bisa menjadi penyebab penularan malaria.

Hingga saat ini, dr. Anung masih belum mengetahui seperti apa kondisi penularan malaria di Sulawesi Tengah. Hanya saja, Senin, 8 Oktober 2018 mendatang ia akan pergi ke Palu untuk mengecek kondisi tersebut.