Selasa, 09 Oktober 2018 05:31 WITA

Kini, Kelumpuhan Total Bisa Diatasi dengan Ini

Editor: Aswad Syam
Kini, Kelumpuhan Total Bisa Diatasi dengan Ini
Ilustrasi kursi roda

RAKYATKU.COM – Ini kabar gembira bagi mereka yang mengalami kelumpuhan. 

Sebuah penelitian, sepertinya bisa memberikan titik cerah bagi pengidap kelumpuhan. Penelitian ini berhasil menemukan obat yang diyakini bisa mengatasi kelumpuhan total.

Dilansir dari doktersehat, dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal berjudul Nature Medicine ini, sebuah penelitian dilakukan. Perangkat elektronik berukuran super mini ditanamkan di tulang belakang partisipan berjenis kelamin pria. 

Implan peralatan elektronik ini kemudian dioperasikan secara nirkabel, dengan menggunakan energi listrik. Energi inilah yang kemudian menstimulasi saraf, yang membuatnya kembali bisa melakukan aktivitas seperti biasa.

Sebagai informasi, partisipan berjenis kelamin pria ini mengalami kondisi kerusakan saraf permanen akibat kecelakaan mobil. Hanya saja, jaringan neuron di bagian bawah tulang belakangnya yang cedera ternyata masih bisa berfungsi.

Salah satu peneliti yang terlibat adalah ahli bedah saraf dari Mayo Clinic bernama Kendal Lee. Menurut Lee, setelah perangkat elektronik ini dinyalakan, partisipan mulai bisa melakukan gerakan kecil. Setelah melakukan rehabilitasi dan fisioterapi, pria ini kemudian mulai bisa berjalan dengan lambat di atas peralatan treadmill. Hanya saja, setelah perangkat ini dihentikan fungsinya, pria ini pun kembali mengalami kelumpuhan.

Sebelum penelitian ini, tahun 2011 lalu juga pernah dilakukan percobaan dengan teknik yang serupa, tepatnya dengan menanamkan implant elektroda pada tulang belakang seorang pria yang mengalami kelumpuhan. Hasilnya adalah, sang pria bisa berdiri dan sedikit bergerak. Hasil penelitian inilah yang kemudian dikembangkan oleh Lee demi membantu penderita kelumpuhan agar bisa kembali bergerak seperti sedia kala.

“Kami akan melakukan penelitian lebih mendalam dan memperbaikinya demi mewujudkan teknologi baru yang bisa mengatasi kelumpuhan yang sebelumnya dianggap mustahil,” ungkap Lee.

Selain kecelakaan yang bisa merusak otak, tulang belakang, atau saraf, beberapa penyakit juga bisa menyebabkan kelumpuhan. Sebagai contoh, penyakit multiple sclerosis juga bisa menyebabkan dampak ini.