Minggu, 07 Oktober 2018 08:00 WITA

Beberapa Jenis Kram Perut yang Terjadi Saat Hamil

Penulis: Rizal
Editor: Adil Patawai Anar
Beberapa Jenis Kram Perut yang Terjadi Saat Hamil

RAKYATKU.COM – Seiring dengan berjalannya waktu, ukuran dari perut wanita akan mengalami perkembangan saat hamil. Ukuran perut membesar karena janin yang ada di dalam rahim juga membesar. Pembesaran ini menekan area di sekitar perut sehingga kram atau kontraksi akan sering terjadi seiring dengan berjalannya waktu.

Selama mengalami kehamilan, setidaknya ada sekitar empat kram atau kontraksi yang sering muncul. Kondisi ini ada yang bersifat normal dan tidak. Kontraksi yang dialami oleh wanita ini ada yang membuat wanita tidak kuat karena intensitas sakitnya cukup besar. Berikut jenis kram perut yang terjadi selama wanita hamil.

Kram aktif
Kram aktif sering terjadi pada wanita yang akan melahirkan. Biasanya beberapa hari jelang persalinan akan muncul. Kram jenis ini biasanya berlangsung selama 1 menit dengan intensitas yang cukup tinggi. Intensitas yang cukup tinggi ini biasanya muncul setiap 3-5 menit sekali sebelum akhirnya kembali mereda dengan sendirinya.

Kram aktif ini terjadi karena ada rekanan di serviks yang cukup kuat. Tekanan dari janin ini akan membuat serviks mengalami bukaan sepanjang 10 cm. Selanjutnya, kepala dari bayi juga akan terus menekan sebelum akhirnya keluar dari serviks dan muncul di lubang lahir.

Saat kram atau kontraksi ini muncul biasanya wanita akan merasakan lemas sehingga dokter atau bidan sering memberikan suntikan agar kuat Manahan sakit.

Kram menjelang persalinan
Kram jenis ini memiliki intensitas lebih rendah dari kram yang muncul saat proses persalinan akan berjalan. Kram menjelang persalinan ini muncul pada bulan-bulan akhir persalinan saat bayi sudah mulai besar dan siap dilahirkan. Kram muncul karena ada pergerakan dari bayi yang menendang atau menekan pemukaan perut dari ibu.

Salah satu tanda dari kram ini adalah munculnya rasa sakit di bagian punggung. Selanjutnya, beberapa wanita ada juga yang sudah sekali bernapas dengan rutin. Bagian pinggul terasa penuh dan tidak nyaman. Kram jenis ini biasanya berjalan selama 45 detik hingga satu menit. Selanjutnya kram akan berhenti dan muncul lagi 5 menit kemudian.

Kram persalinan prodromal
Jenis kram ini sering terjadi beberapa minggu terakhir sebelum persalinan dilakukan. Biasanya wanita akan mengalami sakit yang cukup kuat di perut dengan durasi sekitar 45 detik atau lebih. Rasa sakit akan semakin terasa saat wanita berjalan atau terlalu lama duduk.

Frekuensi kontraksi juga semakin tinggi seiring dengan berjalannya waktu. Meski ada kram dan kontraksi yang cukup kuat, wanita belum akan melahirkan. Biasanya mulut rahim masih belum ada perubahan pun bagian leher atau serviks. Setelah mengalami perkembangan, barulah muncul bukaan di serviks dan tekanan dari janin untuk keluar semakin besar.

Kram Braxton-Hicks
Kram jenis ini sering disebut dengan kram atau kontraksi palsu. Kram yang muncul tetap intens seperti layaknya kram aktif menjelang persalinan. Namun, kram ini munculnya tidak beraturan. Wanita yang alami nyeri di perut biasanya akan lebih nyaman saat berjalan atau berbaring sejenak.

Kondisi kram ini tidak disebabkan oleh ukuran dari janin, pasalnya janin sering masih berusia 6 minggu. Yang menjadi penyebab dari kram ini adalah dehidrasi yang cukup akut. Selanjutnya wanita yang terlalu banyak berjalan dan kelelahan juga akan mengalami kram yang cukup intens.

Inilah beberapa jenis kram atau kontraksi yang terjadi saat hamil khususnya begitu mendekati masa persalinan. Semoga ulasan di atas bisa membantu Anda untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan janin dan juga ibu yang akan melahirkan.