Sabtu, 06 Oktober 2018 07:30 WITA

Anhedonia, Penyebab Hilangnya Rasa Senang dan Semangat

Editor: Nur Hidayat Said
Anhedonia, Penyebab Hilangnya Rasa Senang dan Semangat
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Setiap orang pasti memiliki hobi atau aktivitas tertentu yang disukai. Melakukan hobi yang digemari memang bisa menimbulkan kesenangan tersendiri. 

Bahkan melakukannya berjam-jam pun menjadi tidak terasa. Namun, pernahkah Anda merasakan hilangnya semangat atau kepuasan dari sesuatu hal yang dulunya disukai? Jika jawabannya ya, maka bisa jadi Anda mengalami anhedonia.

Anhedonia adalah kondisi ketika seseorang kehilangan minat terhadap aktivitas yang dahulu mereka sukai dan mengalami "mati rasa" untuk merasakan kesenangan. 

Misalnya, orang tersebut jadi menjauh dari hobinya, menolak berkumpul dengan orang lain, atau melakukan aktivitas lainnya. Anhedonia merupakan bagian dari gejala depresi.

Selain bagian dari gejala depresi, anhedonia juga dapat menjadi gejala dari kondisi medis lain seperti skizofrenia, psikosis, penyakit Parkinson, anoreksia nervosa, dan penyalahgunaan narkoba.

Gejala anhedonia yang lainnya
Seseorang yang mengalami anhedonia juga biasanya akan mengeluhkan hidup terasa sama saja. Apa pun yang dilihat atau dikerjakan terasa sama dan tak lagi menarik serta hidup terasa hampa dan tak berarti. Selain itu, gejala lainnya antara lain:

-Menarik diri dari lingkungan sosial
-Memutus hubungan personal dengan orang lain
-Perasaan negatif terhadap diri sendiri dan orang lain
-Berkurangnya ekspresi emosi seperti berbicara lebih sedikit atau emosi terlihat datar
-Kesulitan menyesuaikan diri di situasi sosial
-Tendensi menunjukkan emosi yang "palsu", misalnya berpura-pura terlihat bahagia di acara pernikahan
-Berkurangnya gairah dan ketertarikan seksual
-Mengalami gangguan fisik yang rutin, seperti sering sakit.

Terdapat beberapa faktor risiko terjadinya anhedonia, seperti:
-Riwayat keluarga yang mengalami depresi berat atau skizofrenia
-Mengalami kejadian yang traumatis
-Mengalami penyakit yang menurunkan kualitas hidup
-Mengalami kondisi medis tertentu
-Mengalami gangguan perilaku makan

Di samping itu, seseorang yang mengalami kejadian emosional dalam hidup seperti kehilangan orang terkasih, dikhianati, atau mengalami kekecewaan berat juga rentan mengalami anhedonia. Hal-hal tersebut dapat membuat seseorang kehilangan energi, kehilangan hasrat untuk melakukan sesuatu, dan ketidakmampuan untuk merasakan kebahagiaan dalam melakukan sesuatu.

Jika dibiarkan berlarut-larut, anhedonia dapat berujung pada depresi dan percobaan bunuh diri. Anhedonia juga dapat membuat seseorang berisiko untuk melakukan hal-hal yang berisiko dan membahayakan (untuk mendapatkan semangat dan memicu adrenalin), misalnya berdiri di atas gedung bertingkat, melompat dari tebing tinggi, memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, dan sebagainya.

Menangani anhedonia
Anda tak perlu ragu untuk segera mencari bantuan medis jika merasa memiliki anhedonia. Langkah pertama adalah berbicara dengan dokter umum untuk melihat terlebih dahulu apakah ada penyebab medis yang mendasari gejala Anda. Jika tidak ada, nantinya dokter umum dapat merekomendasikan Anda untuk pergi ke psikiater, psikolog, atau ahli kesehatan mental profesional lainnya.

Untuk mendiagnosis anhedonia, dokter akan menanyakan mengenai gejala-gejala yang Anda alami dan mood secara umum. Ada baiknya untuk membuat daftar mengenai gejala-gejala Anda sebelum pergi ke dokter. Ini penting agar dokter dapat melihat gambaran secara keseluruhan dan membuat diagnosis. Dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menentukan apakah Anda memiliki masalah kesehatan.

Jika Anda mulai kehilangan semangat hidup dan mengalami gejala-gejala anhedonia, baik dalam tingkat yang ringan, sedang atau sudah parah, segeralah cari bantuan profesional. Semakin dini Anda mengetahui penyebab di balik anhedonia, maka semakin cepat dilakukan penanganan sehingga tidak berlarut-larut memengaruhi kualitas hidup.

Sumber: KlikDokter.com

Berita Terkait