Sabtu, 06 Oktober 2018 02:00 WITA

Mengapa Sulit Tidur Nyenyak saat Naik Pesawat?

Editor: Nur Hidayat Said
Mengapa Sulit Tidur Nyenyak saat Naik Pesawat?
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Beberapa orang dianugerahi kemampuan untuk bisa tidur di pesawat. Beberapa bahkan bisa tertidur hanya beberapa menit setelah pesawat lepas landas. 

Beberapa lainnya merupakan orang yang susah tertidur di pesawat. Meski pun menempuh perjalanan selama 14 jam, bisa dipastikan golongan ini masih terjaga entah dengan menonton atau membaca. Mengapa demikian?

Anggota Postdoctoral National Institutes of Health di UC Berkeley Benjamin Smarr mengatakan biasanya orang belajar untuk tidur berdasarkan rutinitas. Jadi ketika kondisi lingkungan yang membuat mereka tertidur seperti tempat tidur mereka dihilangkan, hal ini akan mengganggu jadwal tidur mereka.

"Beberapa orang sangat mudah untuk dikondisikan," jelas Benjamin. "Ketika mereka di rumah, tubuh mereka ingin dan dikondisikan untuk tidur, mereka langsung tertidur. Itu adalah sebuah kekuatan super."

Akan tetapi, kemampuan ini bisa menjadi berbahaya karena ketika seseorang terlalu nyaman pada suatu kondisi tertentu maka otak akan dilatih untuk bertahan pada situasi tersebut. 

Otak akan menunggu sinyal yang tak kunjung datang dan tidur menjadi sesuatu yang elusif. W. Christopher Winter, dokter spesialis tidur yang berbasis di Virginia dan penulis The Sleep Solution, juga mengatakan orang yang mengalami kesulitan untuk tidur karena mereka meyakini diri mereka tidak dapat tidur di pesawat atau mereka menekan diri untuk tertidur. Dua hal ini malah akan membuat stres otak.

Rasa cemas juga mungkin menjadi penyebab kenapa beberapa orang kesulitan tidur di penerbangan, karena kecemasan menyebabkan hyperarousal (yang membuat seseorang lebih sensitif terhadap rangsangan) yang menghambat tidur.

Jika Anda adalah tipe non-tidur dan ingin mencoba menjadi yang bisa tertidur di pesawat, maka berikut beberapa saran yang bisa dicoba:  

Loading...

"Bangun pagi dan menghindari tidur siang dapat membantu meningkatkan hasrat atau dorongan tubuh untuk tidur ketika lingkungan memungkinkan," kata Benjamin.

Anda juga disarankan untuk membawa barang-barang yang familiar bagi Anda seperti piyama atau bantal. Jangan lupa membuat diri Anda nyaman di udara dingin pesawat dengan selimut tebal dan nyaman.

Untuk penggunaan obat, Benjamin mengatakan bahwa hal tersebut merupakan jalan terakhir yang harus diambil. Obat seperti Benadryl dapat membuat tidur beberapa orang, tetapi juga bisa membuat Anda pusing dan dehidrasi.

Ambien dapat membantu mengatasi kesulitan tidur Anda, tetapi itu bisa membuat Anda berjalan sambil tidur dan melakukan hal-hal yang tidak Anda ingat. Jika Anda akan menggunakan salah satu dari obat-obatan ini, ia merekomendasikan setidaknya menguji obat-obat ini sebelumnya di lingkungan yang lebih dapat diprediksi dan terkontrol.

Jika Anda tetap tidak bisa tertidur di pesawat setelah mencoba berbagai cara ini, ia menyarankan Anda tidak perlu terlalu cemas. Dengan terjaga di penerbangan, Anda sebenarnya dapat membantu diri Anda tidur di malam berikutnya, terutama jika Anda berurusan dengan perbedaan zona waktu.

"Anda tidak bisa memaksa tidur," katanya. "Tujuan Anda seharusnya hanya bersantai dan menikmati perjalanan pesawat sebaik mungkin. Tidur akan datang atau tidak, dan hal tersebut bukanlah suatu masalah."

Sumber: Womantalk

Tags
Loading...
Loading...