Jumat, 05 Oktober 2018 12:42 WITA

Awas, Kurang Tidur Picu Perilaku Negatif pada Remaja

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Awas, Kurang Tidur Picu Perilaku Negatif pada Remaja
Ilustrasi. Int.

RAKYATKU.COM - Kondisi kurang tidur bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari insomnia, beban pikiran yang tak kunjung hilang, bahkan begadang dan hobi pesta di malam hari. 

Kondisi ini dapat dialami siapa saja, tanpa batas umur, termasuk pada kaum remaja. Kurang tidur memiliki dampak buruk bagi kesehatan, termasuk mental khususnya bagi remaja.

Dalam sebuah studi yang tercantum dalam jurnal “JAMA Pediatrics”, yang dikutp dari Klik Dokter, menjelaskan bahwa lebih sedikit jam tidur pada remaja di malam hari, dikaitkan dengan peningkatan peluang munculnya perilaku negatif. 

Perilaku ini seperti mengemudi tanpa mengutamakan keselamatan, perilaku agresif, melakukan seks yang tidak aman, konsumsi alkohol, merokok, penggunaan obat-obatan terlarang, dan masih banyak lagi.

Pada studi ini, durasi tidur partisipan dikategorikan dalam beberapa kelompok, yaitu waktu tidur 8 jam, waktu tidur 7 jam, waktu tidur 6 jam, dan waktu tidur kurang dari 6 jam. Kategori tersebut kemudian diukur terhadap perilaku yang berisiko tinggi.

Bahkan, remaja yang kurang tidur lebih mungkin untuk melakukan bunuh diri. Para peneliti menemukan kaitan kuat antara kurang tidur dengan suasana hati dan keinginan untuk menyakiti diri (self-harm). Remaja dengan waktu tidur kurang dari 6 jam berisiko tiga kali lebih besar mempertimbangkan bunuh diri, merencanakan bunuh diri, atau melakukan percobaan bunuh diri dibanding dengan remaja yang tidur 8 jam per hari atau lebih. Mereka pun berisiko empat kali lebih mungkin melakukan percobaan bunuh diri yang mengakibatkan mereka membutuhkan perawatan.

Untuk studi ini, para peneliti menggunakan data milik Youth Risk Behavior Survey, sebuah survei di Amerika Serikat (AS) yang mengeksplorasi perilaku yang terkait dengan risiko kesehatan pada remaja, dari bulan Februari tahun 2007 hingga bulan Mei 2015. Dari survei ini, ditemukan hingga 70 persen pelajar sekolah menengah memiliki waktu tidur kurang dari 8 jam seperti yang direkomendasikan.

"Studi kami memperkuat fakta ini dengan menggunakan kumpulan data yang diperbarui dengan memperdalam informasi tidur yang lebih rinci, dan melihat lebih banyak jenis perilaku negatif pada remaja sekarang ini,” ujar Matthew Weaver, salah satu peneliti studi dari Harvard Medical School, AS.