Selasa, 02 Oktober 2018 04:04 WITA

Benarkah Minum Obat dengan Pisang Bisa Hipertensi?

Editor: Aswad Syam
Benarkah Minum Obat dengan Pisang Bisa Hipertensi?
Ilustrasi pisang

RAKYATKU.COM – Informasi kesehatan banyak berseliweran. Tentunya ada yang benar, ada pula yang hoaks. 

Pakar kesehatan telah berkali-kali mengingatkan kita, untuk tidak mudah mempercayai informasi kesehatan yang belum tentu bisa dipastikan kebenarannya. 

Hanya saja, terkadang informasi-informasi ini seperti masuk akal sehingga membuat kita mudah mempercayainya. 

Sebagai contoh, banyak orang yang percaya bahwa kebiasaan minum obat dengan buah pisang bisa menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Banyak orang yang mengalami kesulitan untuk mengonsumsi obat meski sudah meminum air putih dalam jumlah yang banyak. 

Tak hanya karena ukuran obat yang besar, mereka tidak bisa menoleransi sensasi pahit dari obat yang harus dikonsumsi. Dengan menggunakan buah pisang yang lembut dan manis, maka kita pun bisa dengan mudah menelan obat tersebut.

Hanya saja, menurut informasi yang beredar di media sosial atau aplikasi percakapan ponsel disebutkan, minum obat dengan buah pisang, bisa menyebabkan penumpukan kalium. 

Sebagai informasi, pisang adalah buah yang kaya akan kandungan kalium. Padahal, kita harus mengonsumsi obat sekitar tiga kali dalam sehari. Hal ini berarti, kita membutuhkan buah pisang dalam jumlah yang cukup banyak sehingga akan membuat kita mengonsumsi kalium dalam jumlah yang tinggi.

Jika sampai jumlah kalium di dalam tubuh berlebihan, maka kita akan mengalami hyperkalemia. Yang menjadi masalah adalah, hyperkalemia bisa menyebabkan gejala seperti peningkatan tekanan darah hingga datangnya sakit kepala.

Menurut informasi tersebut, ada baiknya kita tidak mengonsumsi obat berjenis anti depresan dengan buah pisang karena bisa menyebabkan datangnya sakit kepala. Selain itu, di dalam kandungan buah pisang juga terdapat kandungan tiramin yang dianggap bisa menurunkan kinerja dari beberapa jenis obat-obatan. 

Obat berjenis antibiotik misalnya, tidak boleh dikombinasikan dengan tiramin karena bisa memberikan efek kurang baik bagi kesehatan. Bahkan, disebutkan bahwa kebiasaan minum obat dengan pisang bisa menyebabkan perubahan ritme detak jantung yang bisa sangat berbahaya.

Dilansir dari Doktersehat, Pakar kesehatan dr. Eko Budidharmaja menyebut, informasi ini tidak tepat dari sisi kesehatan. 

Meskipun kaya akan kandungan kalium, dalam realitanya mengonsumsi pisang hingga tiga buah dalam sehari tidak akan sampai menyebabkan datangnya hyperkalemia. 

Hal ini berarti, jika memang kita hanya bisa minum obat dengan bantuan pisang, tak perlu ragu lagi untuk melakukannya karena aman untuk dilakukan.