Minggu, 30 September 2018 21:46 WITA

Mentega Rupanya Bisa Sebabkan Diabetes

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Mentega Rupanya Bisa Sebabkan Diabetes

RAKYATKU.COM - Mentega atau butter bisa dengan mudah ditemukan di dapur-dapur masyarakat Indonesia. Salah satu bahan makanan ini dianggap bisa menambah sensasi sedap dan gurih pada makanan.

Selain itu, aroma mentega yang khas juga bisa membuat masakan yang digoreng atau ditumis memiliki aroma yang menggoda selera makan. Harga mentega yang sering dijadikan pengganti minyak goreng ini juga cenderung terjangkau sehingga bisa dengan mudah dibeli di berbagai tempat.

Sayangnya, dibalik berbagai manfaat yang bisa kita dapatkan dari mentega, pakar kesehatan menyebutkan bahwa ada baiknya kita tak lagi sering-sering menggunakan atau mengonsumsinya. Menurut laman Doktersehat, jika kita terlalu sering mengonsumsi makanan dengan kandungan mentega, maka risiko untuk terkena penyakit berbahaya seperti diabetes tipe 2 juga bisa meningkat dengan signifikan.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan para ahli dari Chan School of Public Health, Amerika Serikat, disebutkan bahwa mengonsumsi mentega sebanyak 12 gram setiap hari sudah cukup untuk membuat risiko terkena diabetes meningkat hingga dua kali lipat. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan lemak trans di dalam bahan makanan ini.

Kebanyakan orang berpikir jika lemak trans hanyalah akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah seperti dalam hal menyebabkan masalah kolesterol tinggi, penyakit jantung, dan stroke. Padahal, dalam realitanya lemak trans ternyata juga bisa memicu datangnya masalah obesitas dan diabetes.

Penelitian lain yang hasilnya dipublikasikan dalam jurnal berjudul American Journal of Clinical Nutrition juga menghasilkan fakta bahwa mengonsumsi mentega setiap hari bisa meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular dengan signifikan. Dalam penelitian yang melibatkan 3.349 orang iin, 226 diantaranya diketahui memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes karena terbiasa mengonsumsi mentega dengan berlebihan.

Agar tidak sampai mengonsumsi lemak trans dengan berlebihan, pakar kesehatan menyarankan kita untuk lebih cermat dalam memilih makanan sehat seperti sayur, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Selain itu, ada baiknya kita juga rajin berolahaga setiap hari, setidaknya selama 30 menit demi membantu mencegah datangnya berbagai penyakit berbahaya seperti diabetes.