Selasa, 25 September 2018 18:18 WITA

Pecandu Narkoba Biarkan Lidahnya Digigit Ular untuk 'Melayang'

Editor: Suriawati
Pecandu Narkoba Biarkan Lidahnya Digigit Ular untuk 'Melayang'
Ular kobra

RAKYATKU.COM - Indian Journal of Psychological Medicine baru-baru ini melaporkan kasus seorang pria yang membiarkan lidahnya digigit ular berbisa untuk membuatnya 'melayang'.

Dikatakan bahwa pria itu merasa bahwa narkoba biasa sudah tidak cukup baginya, sehingga membutuhkan dosis yang lebih tinggi dari bisa ular.

Sekadar diketahui racun Kobra mengandung salah satu neurotoksin yang paling kuat di Bumi. Jumlah yang disuntikkan dalam satu gigitan cukup untuk 20 orang dewasa dan bahkan seekor gajah.

Menurut peneliti di Institute of Medical Education and Research, pria itu mengatakan kepada mereka bahwa dia telah membiarkan ular menggigit lidahnya selama berbulan-bulan.

Dia melakukannya atas saran seorang teman yang telah melakukan hal sama selama bertahun-tahun, dan meyakinkannya bahwa bahwa cara itu sangat umum di komunitasnya.

Pria 33 tahun yang tidak disebutkan namanya itu dilaporkan memiliki sejarah penggunaan narkoba selama 8 tahun terakhir.

Dia mulai merokok dan minum alkohol pada usia 18 tahun, dan mulai kecanduan ketika berumur 24 tahun.

Pada usia 25 tahun dia mulai menggunakan opioid dalam bentuk opium mentah dan serbuk poppy, dan akhirnya bereksperimen dengan racun ular sebagai alternatif opioid yang lebih kuat.

Dia mengatakan bahwa dia mendapatkan bantuan pawang ular setempat untuk mengarahkan ular menggigit ujung lidahnya.

Loading...

Dia tidak tahu persis spesies ular yang digunakan oleh pawang itu, tapi itu diduga ular kobra.

Efek gigitan ular itu termasuk pandangan kabur, dan tidak responsif selama sekitar satu jam. Namun, ketika ia terbangun dari keadaan tidak sadarkan diri, pria itu dilaporkan mengalami peningkatan gairah dan rasa kesenangan yang berlangsung 3 hingga 4 minggu, dan jauh lebih intens daripada sensasi yang didapatnya dari dosis opioid dan alkohol.

Efek yang lebih luar biasa adalah, selama 3-4 minggu itu, dia tidak memiliki keinginan untuk mendapatkan opioid atau alkohol dan tidak mengkonsumsi salah satu dari mereka.

Namun, setelah efek bisa ular itu hilang, pecandu mulai merasa kesal, lesu dan kecanduan obat-obatannya akan kambuh.

Dia akan kembali mencari pawang ular untuk digigit lagi, dan akan berada dalam keadaan bahagia selama 3 hingga 4 minggu lagi, begitu seterusnya.

Pria itu mengatakan kepada peneliti bahwa gigitan ular berbisa adalah hal yang umum di komunitasnya.

Pawang ular juga hanya membiarkan ular mereka menggigit orang-orang yang mereka kenal. Mengejutkannya, belum ada orang yang kehilangan nyawa setelah digigit ular.

Literatur ilmiah menunjukkan bahwa racun kobra memiliki efek yang sangat mirip dengan morfin, tapi tidak menghasilkan kecanduan. Namun itu tetap memiliki risiko kematian.

Tags
Loading...
Loading...