Sabtu, 15 September 2018 03:30 WITA

Rasa Empati Bisa Habis, Benarkah?

Editor: Nur Hidayat Said
Rasa Empati Bisa Habis, Benarkah?
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Manusia merupakan makhluk sosial yang berinteraksi dengan sesamanya di berbagai kegiatan, mulai dari kegiatan sepele sampai krusial. 

Hal itu tentu melibatkan berbagai pemikiran, perilaku, dan perasaan. Bicara tentang perasaan, salah satu yang terlibat di dalamnya adalah empati.

Dilansir Psychology Today, empati ialah kapasitas Anda untuk menempatkan diri dalam posisi orang lain supaya Anda mengerti sudut pandang orang itu dan bisa mengambil keputusan dengan bijak. 

Ini sedikit berbeda dengan simpati yang hanya berfokus pada rasa kasih terhadap hal-hal tertentu tanpa mengerti betul kondisi sebenarnya.

Menurut seorang psikolog termuka, Barbara Fredrickson, saat manusia berempati terhadap sesuatu, tubuh juga ikut merespons. Contohnya, saat merasa marah, napas dan denyut jantung pun meningkat.

Nah sebaliknya, bila Anda sedang berempati, jantung akan berdenyut lebih pelan sehingga menimbulkan rasa tenang. Hormon oksitosin pun meningkat, membuat Anda merasa lebih aman dan bahagia.

Bisakah empati hilang?
Apa pun yang berlebihan pasti menimbulkan dampak negatif. Begitu pula dengan empati. Dikutip dari Psychology Today, ada kalanya manusia sudah mencapai di titik “empathy/compassion fatigue” dan bukannya hilang sama sekali. 

Terlalu berusaha memahami dan berada di posisi orang lain secara terus-menerus membuat seseorang cenderung kehilangan fokusnya dalam menilai suatu permasalahan secara objektif.

Compassion fatigue dahulu banyak terjadi pada perawat dan orang-orang yang berkecimpung di dunia kesehatan. Karena pekerjaan mereka selalu bersentuhan dengan orang-orang yang sedang sakit dan menderita, mereka pun rentan mengalami compassion fatigue.

Namun, di zaman sekarang ini, ketika setiap tragedi yang ada di dunia disiarkan secara instan lewat televisi, radio, dan media sosial, compassion fatigue juga bisa dialami orang-orang nonmedis.

Tanda dan gejala compassion fatigue adalah merasa terbebani dengan penderitaan orang lain, mengisolasi diri, insomnia, sulit konsentrasi, lelah secara fisik, merasa tidak berdaya, dan sebagainya.

Sumber: KlikDokter.com

Tags

Berita Terkait