Kamis, 13 September 2018 18:04 WITA

Tiga Orang Meninggal Karena Kanker dari Pendonor Organ yang Sama

Editor: Suriawati
Tiga Orang Meninggal Karena Kanker dari Pendonor Organ yang Sama
Shutterstock

RAKYATKU.COM - Sebuah laporan kasus yang diterbitkan di American Journal of Transplantation mengungkapkan bahwa tiga orang meninggal dunia karena kanker, setelah menerima donor organ dari satu orang yang sama.

Menurut Daily Mail, pendonor itu adalah seorang wanita berusia 53 tahun. Dia meninggal karena stroke pada tahun 2007 dan menyumbangkan dua ginjal, paru-paru, hati dan jantungnya kepada pasien yang membutuhkan transplantasi.

Sayangnya niat baik untuk membantu kehidupan orang justru berjalan sebaliknya. Empat dari lima penerima organ meninggal dunia. Pasien jantung meninggal karena sepsis. Sementara empat lainnya menderita kanker yang menyebar ke organ-organ sehatnya, satu diantaranya berhasil selamat.

Menurut laporan, dokter tidak memperhatikan kanker sebelum organ wanita itu disumbangkan dan itu akhirnya membawa penyakit mematikan ke tubuh penerima donor.

Kasus ini dilaporkan oleh para ilmuwan di University of Tubingen di Jerman dan VU University Medical Center di Amsterdam, Belanda.

Orang pertama yang didiagnosis dalam kasus aneh ini adalah seorang wanita berusia 42 tahun yang menerima paru-paru.

Kurang dari satu setengah tahun setelah transplantasi, wanita itu dirawat di rumah sakit karena menderita kanker payudara yang dimulai di paru-parunya dan menyebar ke tulang-tulangnya. Kanker kemudian menyebar ke livernya dan dia meninggal pada Agustus 2009.

Tenaga medis membuktikan bahwa kanker berasal dari donor organ dengan melakukan tes DNA.

Ketika berita tentang kematian itu keluar, seorang wanita berusia 62 tahun yang menerima ginjal kiri dan pria berusia 32 tahun yang menerima ginjal kanan, diperingatkan tentang risiko kanker.

Keduanya menjalani tes, tapi tidak ada tanda-tanda kanker yang ditemukan saat itu. Namun pada tahun 2011 pria itu didiagnosis mengidap kanker di ginjalnya, dan wanita itu mengidap kanker di hatinya.

Pria itu memilih mengangkat ginjalnya dan menjalani kemoterapi selama setahun, dan telah bebas kanker sejak 2012.

Sementara kanker pada wanita itu telah menyebar ke seluruh tubuhnya dan dia meninggal dua bulan setelah didiagnosis.

Pasien keempat yang terkena kanker adalah seorang wanita berusia 59 tahun. Dia menerima donor hati, untuk menggantikan miliknya yang rusak oleh sirosis.

Tumornya terdeteksi pada tahun 2011 tapi ia menolak untuk mengangkat hati itu. Ketika kanker mulai menyebar pada tahun 2014, ia menolak perawatan lebih lanjut dan meninggal.

Para ahli berpendapat bahwa peluang untuk mendapatkan kanker dari transplantasi organ tunggal sangat kecil, yaitu satu dari 10.000 dan ini adalah pertama kalinya seorang donor menyebarkan kanker pada empat penerima.