Kamis, 13 September 2018 01:30 WITA

Orang Botak Memiliki Nafsu Seks Tinggi, Mitos atau Fakta?

Editor: Abu Asyraf
Orang Botak Memiliki Nafsu Seks Tinggi, Mitos atau Fakta?
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Ada anggapan di tengah masyarakat bahwa pria botak cenderung memiliki nafsu seks yang tinggi. Terutama botak pada tengah-tengah kepala. Benarkah?

Dikutip dari Klikdokter.com, kita perlu memahami fisiologi rambut terlebih dahulu. Pertumbuhan rambut normal berlangsung selama 2-6 tahun. Masing-masing rambut tumbuh sebanyak 1 cm/bulan dalam fase ini. 

Sekitar 90 persen dari rambut di kepala tumbuh setiap saat. Sepuluh persen sisanya dalam fase istirahat. Setelah 2-3 bulan, rambut yang berada dalam fase istirahat rontok dan rambut baru mulai tumbuh pada tempat yang sama. 

Suatu hal yang normal apabila mendapatkan rambut yang rontok setiap hari. Rata-rata kulit kepala memiliki sekitar 100.000 helai rambut, dan secara kasar 50-100 helai rambut dapat rontok setiap hari. Hal tersebut masih berada di dalam batas normal.

Rambut tipis diakibatkan karena kerontokan. Jika rambut Anda sudah rontok sekitar lebih dari 100 helai rambut/hari, terdapat beberapa hal yang dapat menjadi faktor penyebab, yaitu faktor herediter (keturunan) dan faktor yang didapat (karena penyakit atau keadaan tertentu). 

Rambut rontok yang disebabkan oleh faktor herediter, tidak dapat disembuhkan, yang dapat dilakukan adalah mencegah agar kerontokan rambut  tidak terlalu cepat.  
Sedangan untuk faktor yang didapat, dapat disebabkan oleh karena penyakit tertentu seperti jamur pada kulit kepala, anemia, demam, sakit tifus ataupun akibat keadaan-keadaan tertentu seperti salah perawatan rambut. 

Hormon Seks Pria

Hormon seks pria atau dihidrotestosteron (DHT) berperan sebagai faktor hormonal kerontokan rambut. Pola rambut rontok yang umum pada pria disebut alopecia androgenetik, memengaruhi separuh dari seluruh pria berusia di atas 50 tahun atau sekitar 50 juta pria di Amerika.

DHT diproduksi di gonad, dikenal juga dengan hormon androgen. Androgen bertanggung jawab menentukan karakteristik biologis laki-laki, termasuk suara, rambut tubuh, dan massa otot. Selama janin laki-laki berkembang, DHT berperan membentuk kelenjar penis dan prostat.

Rambut rontok pada pria terjadi ketika folikel perlahan menipis dan fasenya semakin pendek. Seiring waktu, rambut baru tidak bisa tumbuh di permukaan kulit.

Saat folikel mengecil, batang rambut ikut menipis, dan akhinya rambut direduksi menjadi rambut vellus, jenis rambut yang lebih lembut dan sangat tipis, seperti anak rambut pada bayi yang perlahan rontok dan hilang.

Dikutip dari Medical News Today, DHT yang terlalu banyak menempel di reseptor androgen dan di folikel rambut memicu kebotakan. Saat pola kebotakan muncul, DHT mendorong reseptor memulai pengecilan folikel.

Bagaimana pengobatan terbaik bagi laki-laki yang mulai mengalami fase kebotakan? Beberapa perawatan dikembangkan, salah satunya finasteride atau propecia, yang telah disetujui Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat. Ini adalah inhibitor yang menghambat produksi DHT berlebihan pada folikel rambut.

Zat ini bisa menghentikan kebotakan dan dalam beberapa kasus menumbuhkan kembali rambut baru. Namun, jumlah rambut baru yang tumbuh dalam lima tahun peneliian adalah 227 helai per inci kulit kepala, dari normalnya 2.200 helai rambut per inci kulit kepala.

Finasteride dapat diminum dengan dosis satu miligram (mg) per hari. Pemberian dalam bentuk suntikan juga dimungkinkan. Jika pengobatannya dihentikan, kerontokan rambut akan berlanjut. Efek sampingnya adalah libido hilang, kemampuan tubuh mempertahankan ereksi ikut berkurang, serta penurunan ejakulasi.

Berita Terkait