Senin, 10 September 2018 14:53 WITA

Penelitian: Tersenyum Tidak Selamanya Menunjukkan Kebahagiaan

Editor: Suriawati
Penelitian: Tersenyum Tidak Selamanya Menunjukkan Kebahagiaan
INT

RAKYATKU.COM - Ternyata, jika seseorang tersenyum, itu belum tentu menunjukkan bahwa dia bahagia.

Hal itu diungkap oleh sebuah penelitian baru yang dipimpin oleh ahli bahasa tubuh Dr Harry Witchel, dari Brighton and Sussex Medical School (BSMS).

"Studi kami menunjukkan bahwa dalam eksperimen Interaksi Manusia-Komputer, tersenyum tidak didorong oleh kebahagiaan. Ini terkait dengan keterlibatan subjektif, yang bertindak seperti pemicu untuk tersenyum, bahkan ketika bersosialisasi dengan komputer."

Penelitiannya melibatkan 44 peserta yang berusia 18-35 tahun untuk memainkan kuis geografi yang terdiri dari sembilan pertanyaan sulit, sehingga mereka sering mendapat jawaban yang salah.

Peserta duduk berinteraksi dengan komputer sendirian di ruangan, sementara ekspresi wajah mereka direkam.

Setelah quiz selesai, para peserta diminta untuk menilai pengalaman subyektif mereka menggunakan berbagai 12 emosi termasuk 'bosan', 'tertarik' dan 'frustrasi'.

Sementara itu, ekspresi wajah spontan mereka dianalisis komputer secara berurutan untuk menilai seberapa banyak mereka tersenyum berdasarkan skala antara 0 hingga 1.

Secara statistik, emosi yang paling terkait dengan tersenyum adalah 'keterlibatan' bukan 'kebahagiaan' atau 'frustrasi'.

Analisis komputer menemukan bahwa peserta cenderung tidak tersenyum selama mereka mencoba untuk mencari tahu jawaban soal.

Namun, mereka benar-benar tersenyum setelah komputer memberi tahu mereka apakah jawaban mereka benar atau salah. Yang mengejutkan, peserta lebih sering tersenyum ketika jawaban mereka salah.

Temuan ini dipublikasikan dalam dalam Journal of the ACM.