Kamis, 06 September 2018 08:00 WITA

Kalau Anda Merasa Ukuran Perut Bertambah, Segera Lakukan USG

Editor: Abu Asyraf
Kalau Anda Merasa Ukuran Perut Bertambah, Segera Lakukan USG
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Apakah ukuran pinggang Anda bertambah atau berkurang? Kalau benar, maka sebaiknya segera lakukan USG. Ada kemungkinan Anda mengalami perlemakan hati atau hepatic steatosis.

Hepatic steatosis adalah penumpukan lemak yang berlebih pada organ hati. Penumpukan abnormal tersebut biasanya terjadi pada kondisi ini dapat menimbulkan gangguan pada fungsi hati yang seharusnya memproses makanan dan minuman, serta menyaring zat berbahaya dari darah. 

Jika dibiarkan tanpa pengobatan, dapat memicu peradangan hati yang menimbulkan jaringan parut (fibrosis), bahkan dapat mengarah pada kondisi sirosis, yaitu terbentuknya jaringan parut luas yang merusak struktur hati dan mengganggu fungsi hati.

Berdasarkan penyebabnya, perlemakan hati dapat digolongkan menjadi perlemakan hati terkait alkohol yang terjadi karena kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol, dan perlemakan hati yang tidak terkait alkohol. 

Meski jarang terjadi, gangguan perlemakan hati juga dapat berlangsung saat sedang hamil, yang disebut perlemakan hati dalam kehamilan. Perlemakan hati kebanyakan diderita oleh orang-orang berusia antara 40-60 tahun.

Gejala Perlemakan Hati

Seseorang dinyatakan mengalami perlemakan hati saat berat organ hati lebih banyak 5-10 persen dari berat hati normal. Umumnya perlemakan hati tidak menimbulkan gejala. Namun, sebagian penderita bisa merasa tidak nyaman pada perut atau kelelahan. Organ hati juga terlihat membesar, meski hal ini hanya bisa terlihat saat dokter melakukan pemeriksaan fisik.

Gejala yang lebih jelas muncul saat hati mulai mengalami peradangan. Kondisi tersebut ditunjukkan dengan hilang nafsu makan, berat badan berkurang, tubuh terasa lelah dan lemah, serta bingung.
 
Saat peradangan berkembang menjadi sirosis, maka gejala yang dapat dialami penderita antara lain kulit dan mata berwarna kekuningan, asites, cenderung lebih mudah berdarah, merasa bingung, telapak tangan berwarna merah, ginekomastia, hingga pembuluh darah membesar di bawah permukaan kulit.

Sementara itu, perlemakan hati yang terjadi saat hamil merupakan komplikasi kehamilan yang membahayakan. Gejala biasanya muncul pada trimester ketiga, berupa rasa mual dan muntah yang terus menerus, nyeri pada perut bagian atas, kulit kuning, dan tubuh lesu.

Perlemakan hati terjadi saat tubuh memproduksi lebih banyak lemak sementara proses pemecahannya di hati tidak cukup cepat, sehingga lemak tertimbun dalam jaringan hati. Perlemakan hati dapat digolongkan menurut penyebabnya, dan yang paling banyak terjadi adalah karena konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan. Akibatnya, hati tidak bisa memecah alkohol.

Selain alkohol, perlemakan hati juga dapat disebabkan oleh kondisi lain yang tidak terkait dengan konsumsi alkohol. Penyebab timbunan lemak dalam jaringan hati yang tidak berhubungan dengan alkohol ini tidak dapat diketahui, namun diduga diakibatkan oleh gen tertentu dalam tubuh.

Beberapa kondisi lain yang juga dapat memicu terjadinya perlemakan hati tidak terkait alkohol, di antaranya efek samping obat-obatan, misalnya kortikosteroid, estrogen sintetik, methotrexate, dan tamoxifen. Lalu, zat racun (toksin), kadar gula darah tinggi, diabetes tipe 2, hipertensi, atau hepatitis C.

Pengobatan Perlemakan Hati

Penanganan yang utama dalam perlemakan hati adalah mengendalikan atau menangani penyebab penyakit ini. Untuk tujuan tersebut, dokter biasanya akan menyarankan penderita untuk berhenti atau membatasi konsumsi minuman beralkohol. 

Dengan tidak mengonsumsi minuman beralkohol setidaknya selama enam pekan, maka lemak dalam hati dapat berkurang. Juga menurunkan berat badan, mengendalikan kadar gula darah dan kolesterol, berolahraga secara rutin.

Selain itu, mengonsumsi makanan sehat, seperti gandum, sayuran, dan buah-buahan. Membatasi konsumsi makanan berkadar kalori tinggi, seperti nasi, jagung, roti, dan kentang. Mengonsumsi ayam dan ikan sebagai pengganti daging merah.
Menghindari minuman berkadar gula tinggi, terutama minuman kemasan.

Untuk panyakit hati tidak terkait alkohol, dokter dapat membantu dengan memberi vitamin E dan pioglitazone (obat untuk menangani diabetes). Namun, penggunaan obat tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Berita Terkait