Rabu, 05 September 2018 03:30 WITA

Minum Es Teh Setelah Makan, Penyakit Ini Mengintai

Editor: Fathul Khair Akmal
Minum Es Teh Setelah Makan, Penyakit Ini Mengintai
Photo Source: Mr.Tin DC

RAKYATKU.COM - Kebanyakan masyarakat Indonesia akan memilih untuk minum es teh setelah makan. Biasanya, minuman ini menjadi pilihan utama saat kita makan di restoran atau tempat makan lainnya. Jika biasanya kita hanya mendengar kabar yang menyebutkan bahwa minum teh setelah makan bisa menyebabkan gangguan pencernaan, pakar kesehatan juga menyebutkan bahwa sering melakukannya bisa menyebabkan datangnya penyakit, tepatnya anemia.

Jika kita langsung minum teh setelah makan, maka kandungan bernama asam fitat di dalamnya akan membut proses penyerapan zat besi dari makanan yang kita konsumsi terganggu, seperti dikutip dari laman doktersehat.com. Asam ini akan menginkat mineral besi, seng, dan magnesium. Padahal, mineral-mineral ini sangatlah penting bagi kesehatan tubuh sehingga jika kita tidak mendapatkannya dengan cukup, risiko untuk terkena anemia pun meningkat.

Sebagai informasi, zat besi bisa diklasifikasikan menjadi dua, yakni zat besi heme dan non heme. Zat besi heme berasal dari bahan makanan hewani sementara zat besi non heme berasal dari makanan bati. Zat besi heme cenderung diserap dua kali lebih banyak oleh tubuh dibandingkan dengan zat besi non heme.

Jika sampai kita kekurangan kandungan zat besi heme ini, maka kita pun akan lebih mudah untuk terkena anemia. Padahal, sudah menjadi rahasia umum jika anemia akan membuat kita kurang bertenaga untuk melakukan berbagai aktivitas.

Tak hanya memberikan jeda sekitar 2 jam antara waktu makan dan minum teh, pakar kesehatan juga menyarankan kita untuk memperbanyak asupan buah-buahan atau sayuran yang kaya akan vitamin C demi membantu proses penyerapan zat besi sehingga kita pun tidak mudah terkena anemia.

Tags

Berita Terkait