Selasa, 28 Agustus 2018 02:02 WITA

Buah Merah Papua Bisa Obati AIDS?

Editor: Aswad Syam
Buah Merah Papua Bisa Obati AIDS?
Buah merah

RAKYATKU.COM - Nama latin Buah Merah adalah “Pandanus conoideus Lam”, adalah tanaman khas spesifik atau endemik yang tumbuh di Papua dan sebagian kepulauan Maluku. Tanaman Buah Merah termasuk tanaman keluarga pandan-pandanan dengan pohon cantik pandan, namun tinggi tanaman dapat mencapai 16m dengan tinggi bebas cabang setinggi 5 sampai 8 m yang diperkokoh akar-akar tunjang pada batang sebelah bawah.

Dilansir dari doktesehat, kultivar buah bentuk lonjong dgn kuncup tertutup daun buah. Buah Merah sendiri panjang buahnya mencapai 55 cm, diameter 10-15 cm, dan berat 2-3 kg. Warnanya saat matang berwarna merah marun terang. Walau ada apa pun yang ada di sini yang berbuah warna coklat dan coklat-kekuningan.

Budidaya tanaman dipelopori oleh seorang warga lokal Nicolaas Maniagasi sejak tahun 1983, dan atas jerih payahnya yaitu mendapatkan penghargaan lingkungan hidup Kehati Award 2002.

Adapun penelitian tentang khasiat pengobatan Buah Merah pertama kali dilakukan oleh peneliti Universitas Cendrawasih di Jayapura yaitu Drs. I Made Budi MS sebagai ahli gizi dan dosen Universitas Cendrawasih, yang juga dikenal sebagai masyarakat adat di Wamena, Timika dan desa-desa kawasan pegunungan Jayawijaya yang mengonsumsi buah merah sebagai obat cacing, penyakit kebutaan, dan penyakit kulit.

Selain itu, mereka juga tahu bahwa mereka adalah orang-orang yang hidup secara umum dan terbuka dalam berbusana dalam kondisi alam yang keras dan menyenangkan di puncak pegunungan. Keistimewaan fisik penduduk yang lain yang tergolong penyakit degeneratif seperti; hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan kanker.

Dengan tambahan komposisi gizinya, terbukti dalam ujud sari buah merah itu banyak mengandung antioksidan (kandungan rata-rata):

Loading...

Karoten (12.000 ppm)
Betakaroten (700 ppm)
Tokoferol (11.000 ppm)

Di samping beberapa zat lain yang meningkatkan daya tahan tubuh, al: asam oleat, asam linoleat, asam linolenat, dekanoat, Omega 3 dan Omega 9, yang semuanya merupakan senyawa aktif penangkal terbentuknya radikal bebas dalam tubuh.

Betakaroten bekerja memperlambat berlangsungnya penumpukan flek pada arteri. Jadi aliran darah ke jantung dan otak berlangsung tanpa sumbatan. Interaksinya dengan protein meningkatkan produksi antibodi. 
Ini meningkatkan jumlah sel-sel dan memberikan perlindungan kepada para T Helpers dan limposit. Sebuah studi kasus untuk memberikan betakaroten 30-60 mg / hari selama 2 bulan membuat tubuh dapat memperbanyak sel-sel alami pembasmi penyakit. Bertambahnya sel-sel tubuh itu disebut-sebut sel-sel kanker karena ampuh menetralisasikan radikal bebas senyawa karsinogen penyebab kanker.

Dalam beberapa penelitian terbatas yang dilakukan I Made Budi dengan metode pengobatan langsung dengan sari buah Buah Merah, peneliti mengungkapkan bahwa sangat tinggi dalam upaya pengobatan yang dilaksanakan terhadap penyakit yaitu; tumor otak, tumor, tumor payudara, kanker hati, bahkan juga HIV / AIDS yang terjadi pada pasien di Papua maupun di Pulau Jawa.

Tulisan tentang penelitian dan proses pembuatan sari buah Buah Merah kini dijual di buku tulisan Drs. I Made Budi MS dan Ir. Fendy R. Paimin berjudul “Buah Merah” terbitan Penebar Swadaya yang muncul pada akhir tahun 2004.

Loading...
Loading...