Rabu, 22 Agustus 2018 05:02 WITA

Apakah Penderita Cacar Air Tak Boleh Mandi?

Editor: Aswad Syam
Apakah Penderita Cacar Air Tak Boleh Mandi?
Ilustrasi

RAKYATKU.COM - Cacar air (chickenpox) atau istilah medisnya varisela, merupakan penyakit menular yang disebabkan virus varicella-zoster. 

Karena cacar air menimbulkan ruam di kulit, penderitanya sering tidak diperbolehkan mandi. Begitu lamanya anjuran ini melekat di masyarakat, hingga kini banyak yang masih menerapkannya. Apakah anjuran ini benar adanya atau hanya sekadar mitos?

Sebelum menjawab pernyataan di atas, klikdokter mengajak memahami cacar air lebih lanjut. Sebelumnya disebutkan, cacar air adalah penyakit menular, yang penularannya terjadi lewat inhalasi droplet pernapasan penderita. Selain lewat udara, transmisi penyakit juga bisa terjadi lewat kontak langsung dengan kelainan kulit cacar, meski risikonya lebih rendah.

Cacar air rentan serang anak
Cacar air lebih umum diderita oleh anak-anak, yang 90 persen kasus cacar air dialami oleh kelompok usia di bawah 10 tahun. Cacar air juga bisa dialami saat dewasa, tapi risiko terjadinya komplikasi lebih tinggi khususnya pada dewasa dengan imunitas rendah.

Bila sudah dialami pada saat usia anak-anak, maka sudah terbentuk imunitas sehingga biasanya tidak akan terinfeksi cacar air lagi saat dewasa. Bagi Anda yang hingga saat ini belum pernah mengalami cacar air, kini sudah ada vaksinasi cacar air yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia untuk mencegah penyakit ini. Faktanya, saat diperkenalkannya vaksin cacar air, angka kejadiannya menurun cukup signifikan.

Sebelum gejala varisela muncul, masa inkubasi berlangsung selama 10-21 hari. Cacar air pada anak umumnya langsung ditandai dengan munculnya ruam kulit. Sedangkan pada orang dewasa, gejala umumnya didahului dengan keluhan nyeri kepala, lemas, demam, nafsu makan menurun, nyeri otot, serta mual.

Setelah gejala prodromal dirasakan, barulah timbul kelainan kulit yang dapat meluas ke seluruh tubuh. Penderita cacar akan sangat infeksius dalam 1-2 hari sebelum bercak merah muncul, serta 4-5 hari setelah ruam kulit berkembang.

Ruam merah pada cacar air akan mengalami perkembangan dalam 12-14 jam, yang lalu akan menjadi bintil dan lenting berisi air. Ruam bisa meluas hingga kulit kepala, wajah, pungguh, lengan atas, serta paha.

Kena cacar air, boleh mandi atau tidak?
Luasnya penyebaran ruam merah dan lenting ini menyebabkan banyak orang merasa khawatir untuk mandi. Banyak yang khawatir bahwa mandi akan memperberat cacar air. Apakah anggapan ini benar?

Faktanya, ini tak sesuai dengan pandangan medis yang justru membolehkan mandi saat terkena cacar air. Mandi tidak menyebabkan cacar air makin parah.

Bila penderita tidak mandi selama terjangkit cacar air, justru bisa menyebabkan kelainan kulit tambahan. Kuman-kuman yang tidak dibersihkan dari kulit dapat menambah infeksi pada lenting cacar dan menyebabkan timbulnya nanah. Timbulnya nanah menandakan telah terjadinya tambahan infeksi bakteri sekunder pada ruam.

Waspada infeksi bakteri sekunder
Infeksi bakteri sekunder pada ruam kulit cacar berupa impetigo (ditandai dengan nanah pada ruam) hingga selulitis (infeksi hingga lapisan lemak di bawah kulit). Bakteri stafilokokus dan streptokokus merupakan dua jenis bakteri yang sering mengakibatkan komplikasi pada ruam cacar air. Bila telah terjadi infeksi bakteri sekunder, ruam  dapat sulit sembuh sempurna. Tak hanya itu, ruam juga bisa berbekas dan meninggalkan jaringan parut.

Selain itu, infeksi bakteri sekunder yang cukup berat (misalnya pada pasien dengan imunitas yang rendah) dapat menyebar hingga menyebabkan pneumonia bakterial (radang paru-paru akibat bakteri), otitis media (infeksi telinga tengah), hingga penyakit lainnya yang lebih berat.

Dengan ancaman dari berbagai komplikasi cacar air, mandi tetap perlu dilakukan untuk menjaga kebersihan kulit. Mitos bahwa penderita cacar air tidak boleh mandi harus diluruskan.

Satu hal penting adalah meningkatkan kewaspadaan saat mandi agar lenting tidak pecah. Gejala demam saat terkena cacar air mungkin bisa membuat penderita tak nyaman untuk mandi. Siasati mandi dengan air hangat jika memungkinkan.

Berita Terkait