Rabu, 22 Agustus 2018 01:03 WITA

Mitos Mandi Malam dan Rematik

Editor: Aswad Syam
Mitos Mandi Malam dan Rematik
Ilustrasi mandi

RAKYATKU.COM – Mandi malam masih banyak dikaitkan dengan munculnya gangguan kesehatan. Salah satunya, rematik. Padahal, dikutip dari doktersehat, tidak ada penelitian yang mengaitkan antara munculnya rematik dan mandi malam.

Adakah batas waktu mandi malam? Dalam ilmu kesehatan, tidak ada batasan waktu. Hanya saja, setelah beraktivitas seharian, metabolisme tubuh yang meningkat akan membuat suhu tubuh pun meningkat. Mandi saat malam hari dengan air dingin dapat menimbulkan rasa tidak nyaman berupa kedinginan dan menggigil.

Para ahli meyakini, mandi malam rematik disebabkan asam urat. Kebanyakan dari mereka yang berusia lanjut mengalami rematik. Perbedaannya pada waktu. Ada yang cepat, ada yang lama.

Tidak dimungkiri, faktor asupan makanan juga memegang peranan penting munculnya keluhan sendi. Hampir semua produk makanan, kecuali buah-buahan, berisiko meningkatkan level asam urat dalam darah.

Meski mandi malam tidak menyebabkan nyeri rematik, tapi mandi malam jelas memperberat keluhan nyeri rematik. Artinya, bagi mereka yang ternyata sudah menderita rematik, tidak dianjurkan mandi malam.

Kalaupun memang ingin mandi, utamakan dengan menggunakan air hangat. Rasa dingin akan memperberat nyeri sendi dan hal ini tentu bukan sesuatu yang diharapkan. Bagi mereka yang belum mengalami nyeri rematik, sebaiknya mulailah menjaga asupan makanan dan memperbanyak minum.

Anda tentu sulit menghindari kandungan purin dalam makanan, padahal semua produk makanan yang mengandung protein sudah pasti mengandung purin. Jika Anda kurang mengonsumsi protein, maka tubuh akan terasa lemas dan kurang sehat.

Jika Anda terlalu banyak mengonsumsi protein, maka akan lebih banyak asam urat dalam darah. Saat usia muda hal itu tidak terlalu mengganggu, tapi saat usia tua hal itu tentu sangat mengganggu.

Selain itu, mandi malam dapat memicu penuaan dini. Ini dikarenakan saat dingin, tubuh akan masuk ke keadaan stres. Tubuh akan meningkatkan metabolismenya agar temperatur tetap normal dan meningkatkan aliran darahnya (vasokonstriksi) untuk mensuplai oksigen ke seluruh tubuh.

Akibatnya, tubuh membutuhkan lebih banyak kalori dan oksigen. Guna mencukupi kebutuhan kalori, maka dibutuhkan asupan kalori lebih banyak dengan cara menimbulkan rasa lapar.

Sedangkan, untuk mencukupi kebutuhan oksigen tubuh akan bernapas lebih cepat. Makanan dan hasil metabolisme, walaupun menghasilkan energi yang dibutuhkan, cenderung menumpuk hasil metabolit berupa oksidan dalam tubuh.

Jika hal itu terjadi bertahun-tahun lamanya, maka orang tersebut akan mengalami gejala seperti layaknya orang yang sudah tua. Gejala yang paling umum adalah nyeri sendi. Tapi, ini bukanlah satu-satunya kemungkinan penyebab karena harus memperhatikan beberapa hal lain seperti: pekerjaan, penyakit tertentu, faktor keturunan, kondisi psikologis, dan faktor eksternal (polusi, makanan, radiasi, tingkat kelembapan).

Berikut ini beberapa langkah yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari guna menghindari rematik, antara lain:

  • Kalaupun memang harus mandi di malam hari, utamakan dengan air hangat. Prinsipnya hindari kondisi kedinginan. Kalau tubuh Anda mampu melawan rasa dingin (karena ada latihan sebelumnya), mungkin dapat dikecualikan. Pada dasarnya mandi dengan air dingin tidak dianjurkan, kecuali bagi mereka yang berusia muda, karena air dingin cocok untuk mengusir rasa malas.
  • Utamakan makan banyak sayuran dan buah-buahan yang kaya dengan antioksidan. Ini akan membantu mencegah penuaan dini. Anda bisa mengonsumsinya dengan cara memasak terlebih dahulu atau dalam bentuk jus.
  • Konsumsi Vitamin C 1000 mg per hari. Lebih baik lagi jika dikombinasikan dengan Vitamin E 600-800 mg per hari.
  • Untuk mencukupi kebutuhan karbohidrat, utamakan sumber dari padi-padian, gandum, ubi, jagung, dan sagu. Untuk kebutuhan protein, Anda bisa mengonsumsi telur dan susu.
  • Untuk mengontrol asupan makanan sangat dianjurkan untuk berpuasa.
  • Memperbanyak minum. Hasil metabolisme purin berupa asam urat akan disekresikan melalui urine.
  • Hindari minuman-minuman bersoda. Minuman bersoda akan meningkatkan pelepasan kalcium dari tulang. Pada gilirannya akan memperberat kerja ginjal dan membuat tulang rapuh.
  • Bila Anda merasa perlu untuk mandi di malam hari namun tidak suka dengan air yang dingin, berupayalah untuk melakukannya dengan air hangat. Selain meringankan pikiran, hal ini dapat membantu Anda untuk tidur lebih nyenyak.