Selasa, 21 Agustus 2018 07:00 WITA

Tumbuh Ekor di Bokong Perempuan Ini

Editor: Fathul Khair Akmal
Tumbuh Ekor di Bokong Perempuan Ini
Ilustrasi

RAKYATKU.COM - Seorang perempuan asal Inggris bernama Taylor mendatangi sebuah klinik untuk membuang ekor yang tumbuh di bokongnya. Proses tersebut didokumentasikan siaran televisi luar negeri TLC. Kepada dokter, Tylor mengatakan benjolan mirip ekor di bokongnya sudah ada sejak lahir. Ukurannya bertumbuh dan makin besar saat Taylor beranjak remaja.

Sebelumnya, benjolan diduga ekor itu pernah diangkat pada 2016 lalu. Kala itu, benjola didiagnosis sebagai lipoma atau tumor lemak jinak. Namun, tak lama kemudian ekor tumbuh kembali di bagian yang sama.

Kasus lipoma biasanya tidak memerlukan tindakan masif seperti operasi pengangkatan. Namun, lipoma bisa saja diangkat jika dianggap berpotensi menyebabkan masalah medis lain, atau dokter mencurigai benjolan bisa berkembang menjadi sesuatu yang menyeramkan.

Namun dalam kasus Taylor, benjolan lipoma berdampak serius pada pergaulan sosialnya. Kepercayaan dirinyamuncul setelah dirinya bertemu dengan dr. Sandra Lee.

"Ada dua peringatan. Pertama, mengapa setelah diangkat datang kembali? Dan kedua, lipoma biasa tidak muncul saat lahir. Seseorang akan mendapatkannya dari waktu ke waktu. Mungkin ada hal lain yang terjadi," kata dr. Sandra Lee.

loading...

Kemudian, Taylor diperintahkan menjalani scan MRI. Hasilnya menunjukkan ada deposit lemak di dalam sumsum tulang belakangnya.

"Mengangkat lipoma ini dengan cara apapun dapat berpotensi mengganggu pertumbuhan di dalam sumsum tulang belakang, dan saya tidak ingin itu terjadi dengan cara apa pun," ujarnya dikutip dari doktersehat.com.

Ditambahkan dr. Lee, jahitan membuang benjolan di bokong Taylor dilakukan dua sampai tiga kali. "Saya senang dengan hasilnya. Sejak operasi saya dengan Dr. Lee saya merasa lebih percaya diri," kata Taylor.

Dalam wawancara lanjutan, Taylor dan kedua orangtuanya putuskan menemui ahli bedah saraf untuk melihat apakah mungkin bagi lipoma bisa hilang sepenuhnya atau tidak.

Loading...
Loading...