Selasa, 14 Agustus 2018 23:59 WITA

Kata Kemenkes Soal Bocah di Aceh yang Lumpuh Setelah Vaksin MR

Editor: Fathul Khair Akmal
Kata Kemenkes Soal Bocah di Aceh yang Lumpuh Setelah Vaksin MR
Vaksin Measles Rubella - Reuters

RAKYATKU.COM - Seorang anak berusia 7 tahun bernama Helmi Stanyah dikabarkan mengalami kelumpuhan dan kini hanya mampu berbaring di ranjang RS Zainal Abidin, Banda Aceh. Helmi dikabarkan tak bisa berjalan setelah beberapa hari sebelumnya menjalani imunisasi measles dan rubella (MR). Beruntung, kondisinya kini semakin membaik.

Ibu Helmi, Dewi Rani, menyebutkan bahwa Helmi menjalani imunisasi pada 1 Agustus 2018. Setelahnya, Helmi sempat terkena demam tinggi. Kondisinya bahkan memburuk keesokan harinya hingga kakinya tidak bisa digerakkan.

Dewi pun kemudian melarikannya ke rumah sakit yang ada di Pidie. Setelah beberapa hari, Helmi kemudian dirujuk ke RS Zainal Abidin, Banda Aceh agar mendapatkan penanganan medis yang lebih baik. Setelahnya, kondisinya membaik dan kakinya kini mulai mampu digerakkan kembali.

“Kondisi Helmi sudah lebih baik. Dulu tangan dan kakinya kaku, kini sudah bisa digerakkan sedikit demi sedikit,” ucap Dewi.

Awalnya, Dewi melarang Helmi menjalani vaksin MR karena sedang demam, tapi Helmi sendiri bersikukuh ingin mendapatkannya.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif, menyebut kondisi Helmi tidak disebabkan oleh imunisasi MR. Penyakit ini kebetulan saja datang bersamaan saat divaksin MR.

“Tidak terkait sama sekali dengan imunisasi. Vaksin MR tidak menyebabkan efek samping ini,” ucap dr. Hanif.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh dr. Kirana Pritasari, MQIH, Direktur Jenderal Kesehatan Kemenkes RI. Menurut dr. Kirana, vaksin ini sudah diuji sehingga sudah jelas apa efek sampingnya. Vaksin ini juga sudah dibuat sedemikian rupa agar tidak menyebabkan efek samping bagi kesehatan.

Meskipun begitu, Kemenkes mengaku akan tetap menelusuri hal ini dan mengirimkan tim ke Aceh untuk melakukan verifikasi. Tim ini khusus untuk menangani Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).