Minggu, 12 Agustus 2018 18:07 WITA

Remaja Antisosial Lebih Cenderung Mati Muda

Editor: Suriawati
Remaja Antisosial Lebih Cenderung Mati Muda
INT

RAKYATKU.COM - Remaja yang memiliki masalah perilaku antisosial memiliki kemungkinan lima kali lebih besar untuk meninggal sebelum waktunya, menurut sebuah penelitian.

Studi ini juga menunjukkan bahwa meskipun penggunaan narkoba dan alkohol di kalangan remaja menarik lebih banyak perhatian, perilaku antisosial (termasuk kecenderungan melanggar aturan) mungkin merupakan prediktor yang lebih kuat untuk kematian dini.

"Penelitian ini memperjelas bahwa pemuda yang diidentifikasi dengan masalah perilaku berada pada risiko ekstrim untuk kematian dini," kata penulis utama Richard Border.

Untuk penelitian ini, Border dan rekan-rekannya melihat tingkat kematian di antara 1.463 remaja yang telah ditangkap atau dirujuk untuk melakukan konseling karena masalah penggunaan zat berbahaya.

Mereka juga mengikuti 1.399 saudara kandung mereka dan kelompok kontrol yang terdiri dari 904 remaja, dengan usia dan latar belakang demografi yang sama.

Hasilnya mereka menemukan bahwa kematian terkait zat adalah yang paling umum, bersama dengan kematian terkait lalu lintas, bunuh diri dan kematian akibat serangan.

Ketika para peneliti menganalisis data itu lebih lanjut, mereka terkejut menemukan bahwa meskipun penggunaan zat dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian, gangguan perilaku adalah faktor risiko kematian yang lebih kuat.

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Addiction.