Kamis, 09 Agustus 2018 02:30 WITA

Hasil Riset: Pria yang Pakai Model Celana Dalam Ini Miliki Sperma Lebih Tinggi

Editor: Abu Asyraf
Hasil Riset: Pria yang Pakai Model Celana Dalam Ini Miliki Sperma Lebih Tinggi
Model celana dalam pria. (FOTO: DEPOSITPHOTOS.COM)

RAKYATKU.COM - Hasil penelitian menunjukkan model celana dalam ikut menentukan kualitas sperma pria. Temuan ini diperoleh setelah meneliti 656 pria berusia 18 dan 56 tahun.

Dikutip dari Independent, the journal Human Reproduction baru saja menerbitkan hasil penelitian dari Harvard TH Chan School of Public Health. Hasil riset menunjukan pria yang memakai boxer memiliki jumlah sperma yang lebih tinggi daripada pria yang memakai celana dalam ketat, seperti brief atau jockey. 

Riset menunjukan pria yang memakai boxer juga memiliki tingkat hormon perangsang folikel yang lebih rendah. Hormon ini merangsang produksi sperma sebagai kompensasi untuk kerusakan testis yang muncul karena peningkatan suhu skrotum dan penurunan jumlah dan konsentrasi sperma. 

Untuk hasil yang akurat, periset merekrut 656 pria berusia 18 dan 56 tahun. Periset menganalisis sejumlah variabel yang terkait dengan fungsi testis, seperti kerusakan DNA sperma dan hormon reproduksi. 

Berdasarkan penuturan peneliti, informasi ini sangat penting untuk mendorong pemahaman tentang pemilihan pakaian dalam yang mempengaruhi kesehatan seksual pria. 

Peserta dalam riset ini merupakan pria yang mengikuti program perawatan kesuburan di rumah sakit umum Massachusetts pada tahun 2000 dan 2017. Peserta riset memiliki Indeks Massa Tubuh rata-rata 26 dan diminta untuk memberikan sampel darah dan air mani. 

Mereka juga diminta untuk mengisi kuesioner yang menyatakan rincian preferensi pakaian dalam. Selain itu, mereka diminta untuk melaporkan pakaian dalam yang paling sering mereka pakai dalam tiga bulan terakhir. 

Hasil menunjukkan 53 persen pria kebanyakan memakai boxer. Berdasarkan analisa periset, mereka yang memakai boxer memiliki bobot tubuh lebih langsing daripada mereka yang memakai pakaian dalam lebih ketat. 

Peserta yang memakai boxer juga memiliki konsentrasi sperma 25 persen lebih tinggi daripada peserta yang memakai celana dalam dari jenis yang ketat. Bahkan, mereka juga memiliki 33 persen lebih banyak sperma dalam satu kali ejakulasi. 

Dr Lidia Mínguez-Alarcón, selaku pemimpin riset, menjelaskan temuan ini konsisten dengan riset sebelumnya yang meneliti korelasi antara pilihan pakaian dalam dan produksi sperma. Namun, riset ini adalah yang pertama kali membuktikan pemakaian pakaian dalam yang ketat juga dapat meningkatkan produksi hormon perangsang folikel. 

"Hasil ini dapat digunakan untuk meningkatkan jumlah sperma pria, karena jenis pakaian yang dikenakan adalah gaya hidup yang dapat dimodifikasi," tambahnya.