Rabu, 08 Agustus 2018 16:04 WITA

Efek Buruk Probiotik Bisa Menyebabkan Brain Fog

Editor: Suriawati
Efek Buruk Probiotik Bisa Menyebabkan Brain Fog
Probiotik ditemukan dalam yogurt

RAKYATKU.COM - Probiotik telah dikaitkan dengan kesehatan usus yang baik. Tapi sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa itu mungkin bukan obat mujarab untuk penyakit pencernaan, karena bisa menyebabkan kembung dan brain fog.

Brain fog adalah masalah otak yang menyebabkan orang mudah lupa, kebingungan, dan susah fokus.

Probiotik adalah istilah untuk makanan atau suplemen yang mengandung mikroorganisme hidup yang ditujukan untuk menumbuhkan apa yang disebut "bakteri baik" dalam tubuh kita.

Bakteri tersebut umumnya dianggap bermanfaat bagi kesehatan kita, karena diyakini menyeimbangkan apa yang disebut bakteri baik dan jahat di dalam tubuh kita. Tapi jika probiotik menjajah bagian yang salah dari sistem pencernaan, seperti usus kecil, bukan usus besar, ini dapat menyebabkan masalah, seperti yang ditemukan dalam penelitian berikut:

Penelitian ini dilakukan oleh ilmuwan di Medical College of Georgia di Augusta University. Mereka percaya bahwa studi mereka adalah yang pertama yang menghubungkan probiotik dengan otak dan pertumbuhan bakteri dalam sistem pencernaan.

Dalam studinya, para ilmuwan melakukan penelitian kecil yang melibatkan 30 pasien, yang saluran cerna mereka diperiksa. 

Para peserta juga mengisi kuesioner tentang gejala pencernaan mereka, apakah mereka baru saja menggunakan antibiotik atau probiotik, dan apakah mereka makan makanan seperti yoghurt.

Dari jumlah ini, 22 mengonsumsi probiotik dan mengeluh merasa bingung, mengalami kesulitan berkonsentrasi atau mengalami kadar gas dan kembung yang tidak normal.

Para peserta ini telah mengonsumsi probiotik selama tiga bulan hingga tiga tahun, dengan beberapa mengkonsumsi sebanyak dua hingga tiga jenis.

Hasil tes juga mengungkapkan kadar asam D-laktat tiga kali tingkat normal rata-rata. Kemungkinan itu disebabkan oleh bakteri gula fermentasi lactobacillus dalam makanan mereka.

Asam D-laktat dapat menjadi racun bagi sel otak dan memengaruhi kemampuan kognitif seseorang.

Ketika pasien diberi resep antibiotik untuk mengatasi bakteri usus dan berhenti mengonsumsi probiotik, 85 persen dari mereka merasa lebih baik.

"Apa yang kita ketahui sekarang adalah bahwa bakteri probiotik memiliki kapasitas unik untuk memecah gula dan menghasilkan asam D-laktat." kata Dr. Satish SC Rao, direktur neurogastroenterology di Medical College of Georgia.

Tapi probiotik memang memiliki kegunaannya, kata Rao. Misalnya pada mereka yang telah menderita gastroenteritis, atau yang telah mengonsumsi antibiotik dan perlu mengisi kembali usus mereka dengan bakteri yang ramah.

Dia menambahkan bahwa "probiotik harus diperlakukan sebagai obat, bukan sebagai suplemen makanan."

Temuan ini diterbitkan dalam jurnal Clinical and Translational Gastroenterology.