Rabu, 08 Agustus 2018 13:49 WITA

Fenomena Gigi Natal Pada Bayi Baru Lahir

Editor: Suriawati
Fenomena Gigi Natal Pada Bayi Baru Lahir
Isla-Rose lahir dengan gigi natal

RAKYATKU.COM - Seorang bayi yang baru lahir di Inggris mengejutkan orang tuanya dan dokternya karena lahir dengan sebuah gigi kecil.

Tapi gigi itu goyah, jadi ketika si kecil Isla-Rose Heasman baru berusia 12 hari, ibunya membawanya ke dokter gigi. Ia kemudian diberi krim gusi, dan dokter mencabut gigi itu.

Kondisi yang dialami Isla-Rose disebut gigi natal. Itu terjadi hanya sekitar 1 dalam 2.500 kelahiran.

Dr. Homa Amini, seorang profesor kedokteran gigi anak di Ohio State University College of Dentistry menjelaskan fenomena ini.

"Gigi natal hanyalah gigi bayi yang keluar sangat awal," katanya, "Tidak diketahui mengapa itu muncul sedini itu," katanya.

Amini mengatakan, sekitar 15 persen dari kasus gigi natal, memiliki orang tua, saudara kandung atau kerabat dekat yang juga memiliki gigi natal. Itu menunjukkan bahwa genetika memainkan peran dalam hal ini.

Gigi Natal tidak selalu terlihat begitu baik. Gigi ini biasanya memiliki sedikit atau tidak ada akar, jadi sering goyah dan menimbulkan risiko pada anak. Mereka bisa menelannya, atau membuat bayi sulit menyusu.

Selain itu, gigi-geligi ini biasanya tidak seputih mutiara. "Jiki gigi muncul sebelum waktunya... mineralisasinya tidak lengkap. Gigi berubah menjadi kuning kecoklatan."

Jadi, dokter biasanya menganjurkan agar gigi dicabut, seperti halnya dalam kasus Isla-Rose. Ketika ini terjadi, anak tidak akan tumbuh gigi lain di tempat itu sampai gigi dewasa muncul, biasanya pada usia 6 atau 7 tahun, kata Amini.

Tetapi meskipun anak akan kehilangan gigi ini selama beberapa tahun, "itu bukan masalah," kata Amini pada Live Science.

Sementara jika gigi natal tidak goyang dan tidak dicabut, mereka biasanya tetap memiliki sekitar 0,07 inci hingga 0,2 inci lebih pendek dari gigi bayi lainnya.

Umumnya, bayi mulai mendapatkan gigi utama, seringkali gigi depan bawah, dimulai pada usia 6 bulan.