Senin, 06 Agustus 2018 22:02 WITA

Remas Payudara Bisa Cegah Kanker?

Editor: Aswad Syam
Remas Payudara Bisa Cegah Kanker?
Ilustrasi

RAKYATKU.COM – Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang banyak dikhawatirkan wanita, karena menjadi penyebab utama kematian wanita. Namun jangan terlalu khawatir, ada banyak cara dalam mencegah kanker payudara yang dapat dilakukan sendiri, salah satunya adalah dengan meremas payudara.

Lantas, bagaimana cara mencegah kanker payudara dengan meremas? Dilansir dari dokter sehat, menurut sebuah riset, meremas payudara dengan lembut dapat menghambat pertumbuhan sel-sel ganas di payudara menjadi kanker. Hasil pengujian di laboratorium menemukan bahwa sel-sel tersebut tumbuh kembali ke pola yang normal setelah diremas.

Hal ini menguatkan hipotesis, bahwa memang dibutuhkan banyak tenaga untuk bisa memengaruhi pertumbuhan manusia. Misalnya saja angkat beban bisa membuat otot membesar, sementara tenaga dalam bentuk gaya gravitasi kadang juga bisa memengaruhi kekuatan otot.

Seorang pemimpin riset dalam penelitian ini, Gautham Venugopalan mengatakan sejak berabad-abad sudah diketahui bahwa kekuatan fisik dapat memengaruhi tubuh. Terkait dengan sel kanker, Venugopalan mengatakan bahwa tenaga yang dikeluarkan saat meremas dapat menyehatkan kembali sel-sel ganas.

Tanpa tenaga dari luar, lama kelamaan pertumbuhan sel-sel ganas akan berkembang menjadi sel kanker yang mematikan. Dalam penelitian ini, para ilmuwan mengumpamakan bahwa sebenarnya sel-sel ganas tidak sungguh-sunguh lupa bagaimana cara untuk tumbuh menjadi sel sehat.

Melalui tenaga saat meremas, maka sel-sel tersebut seolah diingatkan untuk kembali ke jalan yang benar. Meski begitu, remas payudara cegah kanker tidak serta merta dapat menjadi terapi kanker payudara karena penelitian terkait hal ini masih perlu dilanjutkan apakah memang dapat digunakan sebagai metode penyembuhan.

Memeriksa Payudara Sendiri
Waktu terbaik untuk melakukan pengecekan payudara adalah beberapa hari setelah periode menstruasi Anda berakhir. Pada masa menstruasi, kadar hormon berfluktuasi sehingga menyebabkan perubahan pada tubuh, termasuk payudara yang mengencang.

Terdapat beberapa cara untuk melakukan pemeriksaan. Anda memerlukan tangan, penglihatan, dan cermin. Berdirilah di depan kaca, buka pakaian dari pinggang ke atas. Pastikan terdapat cukup pencahayaan dalam ruangan dan lakukan cara berikut ini:

Berdirilah dengan lengan di samping tubuh. Perhatikan bentuk, ukuran, dan apakah ada perubahan seperti permukaan dan warna kulit, juga bentuk puting payudara.
Letakkan tangan pada pinggang dan tekan kuat-kuat untuk mengencangkan otot dada. Perhatikan payudara sambil berkaca dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya.
Membungkuklah di depan kaca sehingga payudara terjulur ke bawah. Perhatikan dan raba untuk memeriksa apakah ada perubahan tertentu pada payudara.
Periksa apakah terdapat cairan yang keluar dari puting Anda. Gunakan jempol dan jari telunjuk Anda di sekitar puting, lalu tekan perlahan, dan perhatikan apakah ada cairan yang keluar.
Perhatikan ukuran payudara Anda. Kebanyakan wanita tidak memiliki payudara yang ukurannya sama besar (payudara kanan lebih besar atau lebih kecil daripada yang lain).
Pemeriksaan payudara secara klinis juga mungkin diperlukan untuk menentukan apakah perubahan bentuk payudara merupakan merupakan tanda dan gejala awal dari kanker. Adapun pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain adalah pemeriksaan fisik oleh dokter, dan pemeriksaan penunjang seperti: mammogram, magnetic resonance imaging (MRI), dan USG. Jika terdapat kecurigaan akan adanya kanker, maka dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan biopsi.

Mencegah Kanker Payudara
Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker payudara, antara lain:

Menjaga berat badan
Berat badan erat kaitannya dengan risiko kanker payudara. Wanita yang mengalami pertambahan berat badan atau obesitas setelah masa menopause, memiliki risiko terkena kanker payudara sebesar 30-60 persen.

Hentikan kebiasaan merokok dan konsumsi minuman beralkohol
Wanita yang memiliki kebiasaan merokok memiliki risiko terkena kanker payudara sebesar 13 persen lebih tinggi daripada mereka yang tidak pernah merokok sama sekali. Kondisi yang lebih buruk bisa Anda alami jika masih aktif merokok, yaitu 24 persen berisiko lebih tinggi.

Sedangkan, mengonsumsi minuman beralkohol satu gelas tiap hari dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara sebesar 10-12 persen dibandingkan dengan seseorang yang tidak mengonsumsi minuman beralkohol.

Luangkan waktu olahraga
Risiko kanker payudara dapat ditekan apabila wanita aktif secara fisik. Risiko justru meningkat pada wanita yang tidak pernah berolahraga selama bertahun-tahun. Bersepeda atau berjalan cepat adalah olahraga intensitas sedang yang bisa Anda lakukan.