Minggu, 05 Agustus 2018 13:24 WITA

Uji Klinis Menunjukkan Makan Jangkrik Baik untuk Usus

Editor: Suriawati
Uji Klinis Menunjukkan Makan Jangkrik Baik untuk Usus
Foto Via Medicalxpress

RAKYATKU.COM - Sebuah uji klinis baru menunjukkan bahwa mengkonsumsi jangkrik dapat membantu mendukung pertumbuhan bakteri usus yang menguntungkan, serta dapat mengurangi peradangan dalam tubuh.

"Studi ini penting karena serangga mewakili komponen baru dalam makanan Barat dan efek kesehatannya pada manusia belum benar-benar dipelajari," kata penulis penelitian, Tiffany Weir.

Jangkrik mengandung serat, seperti chitin, yang berbeda dari serat makanan yang ditemukan dalam makanan seperti buah dan sayuran.

Serat berfungsi sebagai sumber makanan mikroba dan beberapa jenis serat mempromosikan pertumbuhan bakteri menguntungkan, juga dikenal sebagai probiotik.

Dalam studinya, tim peneliti meminta 20 pria dan wanita sehat berusia antara 18 hingga 48 tahun mengonsumsi sarapan kontrol atau sarapan yang berisi 25 gram kriket bubuk yang dibuat menjadi muffin dan shake, selama dua minggu.

Para peneliti mengumpulkan sampel darah, sampel tinja dan jawaban kuesioner gastrointestinal sebelum penelitian dimulai dan setelah periode diet dua minggu pertama dan setelah periode diet dua minggu kedua.

Sampel darah peserta diuji, termasuk glukosa darah dan enzim yang terkait dengan fungsi hati, dan juga tingkat protein yang terkait dengan peradangan.

Sampel feses diuji untuk produk sampingan dari metabolisme mikroba di usus manusia, bahan kimia inflamasi yang terkait dengan saluran pencernaan, dan susunan keseluruhan mikroba yang ada di dalam tinja.

Dari jawaban kuesioner, peserta melaporkan tidak ada perubahan gastrointestinal yang signifikan.

Dari hasil analisis, para peneliti melihat peningkatan enzim metabolik yang terkait dengan kesehatan usus, dan penurunan protein inflamasi dalam darah yang disebut TNF-alpha, yang telah dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti depresi dan kanker.

Selain itu, tim melihat peningkatan bakteri usus yang bermanfaat seperti Bifidobacterium animalis, strain yang telah dikaitkan dengan fungsi gastrointestinal yang membaik.

Namun, para peneliti mengatakan, studi yang lebih banyak dan lebih besar diperlukan untuk mereplikasi temuan ini dan menentukan komponen jangkrik apa yang dapat berkontribusi untuk meningkatkan kesehatan usus.

Penelitian ini dilakukan oleh tim dari University of Wisconsin-Madison, dan diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports.