Sabtu, 04 Agustus 2018 19:43 WITA

Paru-paru Bioteknologi Berhasil Ditransplantasikan Pada Babi

Editor: Suriawati
Paru-paru Bioteknologi Berhasil Ditransplantasikan Pada Babi
Foto: Science News

RAKYATKU.COM - Paru-paru yang ditumbuhkan di lab, telah berhasil ditransplantasikan ke babi, tanpa komplikasi medis.

Tim peneliti dari University of Texas Medical Branch (UTMB) di Galveston mengatakan bahwa penelitian pada paru-paru bioteknologi pada akhirnya dapat menghasilkan lebih banyak pilihan bagi orang-orang yang membutuhkan transplantasi paru-paru.
 
"Jumlah orang yang mengalami cedera paru-paru yang parah telah meningkat di seluruh dunia, sementara jumlah organ yang dapat ditransplantasikan telah menurun," kata penulis studi Joaquin Cortiella, dalam rilis berita universitas, dikutip UPI.

Joan Nichols, direktur asosiasi Laboratorium Nasional Galveston di UTMB, menambahkan bahwa "tujuan utama kami adalah untuk menyediakan opsi baru bagi banyak orang yang menunggu transplantasi."

Menurut laporan, paru-paru buatan lab ini dicocokkan dengan jaringan masing-masing babi. Setiap babi menerima satu paru-paru bioteker dan tetap mempertahankan paru-paru aslinya.

Pada dua minggu setelah transplantasi, paru-paru yang direkayasa secara biologis menciptakan jaringan pembuluh darah yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup.

Para peneliti menilai perkembangan jaringan paru-paru dan integrasi paru-paru bioteknologi setiap 10 jam, dua minggu, satu bulan dan dua bulan setelah transplantasi. Rupanya semua babi tetap sehat selama penelitian.

Penelitian ini dimaksudkan untuk menilai seberapa baik paru-paru bioteknologi beradaptasi dan terus matang dalam tubuh yang hidup. Penelitian itu tidak mengevaluasi kadar oksigen yang disediakan paru-paru untuk babi.

"Kami tahu bahwa hewan-hewan itu memiliki 100 persen saturasi oksigen, karena mereka memiliki satu paru yang berfungsi normal," kata Cortiella.

"Bahkan setelah dua bulan, paru-paru hasil rekayasa genetika belum cukup matang bagi kami untuk menghentikan hewan  bernapas pada paru-paru normal dan beralih ke paru-paru yang dibuat bioteknologi."

Penelitian pada hewan sering tidak berjalan semulus pada manusia, sehingga penelitian lebih lanjut masih diperlukan. Tetapi para peneliti optimis bahwa dalam waktu lima hingga 10 tahun, mereka mampu menumbuhkan paru-paru untuk transplantasi pada manusia.

Penelitian yang dipublikasikan pada 1 Agustus dalam jurnal Science Translational Medicine.