Sabtu, 04 Agustus 2018 09:34 WITA

Sumarsono Pastikan Vaksin MR Aman Untuk Lindungi Kesehatan Anak

Penulis: Azwar Basir
Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Sumarsono Pastikan Vaksin MR Aman Untuk Lindungi Kesehatan Anak
Ilustrasi Vaksin MR. Int.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Soni Sumarsono memastikan imunisasi campak (meales) dan rubella atau akrab disebut (MR) aman digunakan dan berfungsi melindungi kesehatan anak-anak.

Saat ini, pemerintah pusat sedang gencar untuk mensosialisasikan imunisasi tersebut. 

"Kehadiran vaksin rubela (MR) ini hadir untuk melindungi anak bangsa dan warga bangsa. Yaitu, baik dari penyakit maupun ancaman kematian akibat daripada penyakit yang sebenarnya bisa dicegah," kata Sumarsono. 

Imunisasi ini hadir sebagai kewajiban negara melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia.

Namun, di tengah gencarnya pemerintah melakukan sosialisasi, tidak sedikit masyarakat yang enggan untuk berpartisipasi. Termasuk orang tua untuk mengimunisasi anaknya. Dengan alasan vaksin tersebut dikhawatirkan palsu atau tidak memiliki sertifikat halal.

Sumarsono menilai, hal ini terjadi karena masyarakat belum memahami secara baik terkain vaksin tersebut, sehingga perlu diberikan pemahaman. 

Tidak hanya kalangan masyarakat, beberapa pemerintah daerah di Indonesia pun juga ada yang menolak untuk menggunakan vaksin tersebut. Maka, menurut Sumarsono, pemerintah juga akan diberikan pemahaman secara terus menerus. 

"Mungkin karena kurang paham saja, diberi pemahaman, kalau ada orang yang tidak mau, orang tua yang tidak mau diberi pemahaman jangan pernah lelah," ujarnya. 

Karena menurutnya, baik Menteri Kesehatan dan MUI Pusat juga sudah mengijinkan agar vaksin ini digunakan. 

Soni juga menekankan kepada seluruh stakeholder pemerintah untuk aktif dalam sosialisasi imunisasi ini.

"Upaya pemerintah untuk meyakinkan masyarakat, ya sosialisasi, Menteri (Kesehatan) saja turun kemarin, kemudian radio-radio dan media dilakukan penjelasan yang jelas pemerintah itu tidak akan pernah melakukan program yang menjerumuskan warganya," paparnya. 

"Ya, memang butuh waktu kalau sekarang menolak bukan berarti lusa menolak, pasti akan ada pemahaman," tutupnya.