Jumat, 03 Agustus 2018 19:36 WITA

"Jangan Dulu Vaksin Anak Saya", Orang Tua Siswa di Enrekang Tolak Rubella

Editor: Aswad Syam
Ilustrasi vaksin Rubella

RAKYATKU.COM, ENREKANG - Rencana pemerintah melakukan eliminasi penyakit campak Measles Rubella (MR) melalui imunisasi, menuai polemik. Status vaksin yang belum terverifikasi halal, membuat masyarakat ragu.

Di Enrekang, pelaksanaan vaksin yang mulai dilakukan di sekolah-sekolah menuai masalah. Orang tua yang khawatir dengan ramainya pemberitaan di media nasional, menolak anaknya untuk divaksin.

Masdar, salah satunya. Dia mengaku telah menolak vaksinasi yang dilakukan sekolah yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan terhadap anaknya.

"Iya saya minta kepada pihak sekolah, agar anak saya vaksinnya ditunda dulu," kata Masdar, Jumat (3/8/2018).

Ia mengaku khawatir atas kontroversi halal haramnya vaksin tersebut, yang masih belum ada kejelasan.

"Saya harap pemerintah atau siapapun pihak terkait untuk segera memberikan penjelasan mengenai status vaksin. Supaya tidak menimbulkan keresahan lebih jauh di tengah masyarakat," lanjut Masdar. 

Tak hanya itu, Masdar juga berharap, ada jawaban atas sejumlah isu mengenai efek samping yang ditimbulkan vaksin ini.

Vaksin imunisasi untuk penyakit campak atau yang biasa dikenal sebagai vaksin MR, adalah vaksin yang diberikan kepada anak berusia 9 bulan hingga 15 tahun.

Pelaksana imunisasi serentak dilakukan di sekolah-sekolah dan juga Puskemas se-Kabupaten Enrekang, dimulai sejak 2 hari lalu.