Kamis, 02 Agustus 2018 01:00 WITA

Sperma Penghalus Kulit? Baca Ini Dahulu Agar Tidak Malah Keriput

Editor: Abu Asyraf
Sperma Penghalus Kulit? Baca Ini Dahulu Agar Tidak Malah Keriput
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Banyak yang mempercayai bahwa sperma bisa digunakan sebagai masker penghalus kulit wajah. Tidak sedikit orang yang mencobanya. Bagaimana hasilnya?

Sebuah penelitian pernah mengungkapkan, sperma bisa untuk menghaluskan kulit yang keriput, lebih bersinar, dan kurang rentan terhadap keriput. Dan sejumlah klinik kecantikan menyediakan perawatan facial dengan sperma.

Komponen spermine yang ditemukan di sperma katanya bisa membuat kulit keriput kembali ke tekstur yang mulu dan awet muda. Spermine ini ditemukan dalam sperma manusia yang disentesis di laboratorium penelitian.

Klinik Kecantikan Norwegia, Bioforskning, salah satu yang menyediakan perawatan sperma dan sejauh ini klien klinik tersebut mengaku perawatan itu efektif.

Informasi klinik tersebut ditampilkan di New York Magazine. Facial Spermine umumnya seharga US$ 250 atau sekitar Rp2,8 juta. Sedangkan untuk perawatan sekresi siput seharga US$ 175 atau sekitar Rp1,9 juta.

Perawatan ini mungkin terdengar jorok, tetapi kebanyakan orang elite pergi ke klinik seperti Townhouse Spa yang terletak di New York agar melakukan prosedur kecantikan sperma.

Namun, dalam facial spermine wajah tersebut bukan berarti menggunakan sperma langsung. Melainkan krim yang mengandung sperma yang digunakan ke wajah dengan ultrasound dan sinar inframerah.

Waktu pemakaian juga relatif singkat. Jika masker biasa diutuhkan waktu 20 hingga 30 menit, masker sperma hanya memerlukan waktu 10 menit untuk hasil yang sempurna.

Selain membikin awet muda, masker sperma juga diklaim bisa memberbaiki permasalahan kulit wajah seperti jerawat, keriput dan flek hitam. Menurut ahli dermatologi Oscar Hevia, kandungan sperma yang terdiri dari enzim proteolitik didesain menghancurkan protein. Jika diaplikasikan dalam perawatan kecantikan yang tak lazim ini, enzim tersebut dapat memecah lapisan kulit mati akibat sinar matahari sehingga menghasilkan kulit yang lebih lembut.

Namun seorang dermatolog asal Beverly Hills, California, Amerika Serikat Dr Will Kirby mengatakan, hal-hal yang baik untuk dimakan, belum tentu baik jika didiamkan pada kulit. 

Lagi pula, sebelum mencoba masker wajah sperma ini, seseorang harus tahu berapa banyak sperma yang dibutuhkan untuk mendapatkan khasiatnya. Menurut Columbia University, ibaratnya harus menggunakan sperma "segalon" untuk mendapatkan khasiatnya. Kandungan sperma tiap laki-laki itu berbeda. 

Selain dapat menimbulkan alergi, rasa panas, gatal-gatal, dan rasa sakit pada kulit, sperma juga sebenarnya berbahaya. Apalagi, tidak diketahui apakah sperma tersebut mengandung penyakit yang menular atau tidak. 

Dr. Kirby pun menambahkan, banyak laki-laki yang terkena penyakit kelamin yang menular, meskipun mereka setia pada satu pasangan. 

Berita Terkait