Jumat, 20 Juli 2018 10:15 WITA

Kenali Premenstrual Dysphoric Disorder, PMS Berat Jelang Haid

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Kenali Premenstrual Dysphoric Disorder, PMS Berat Jelang Haid

RAKYATKU.COM - Menjelang haid, wanita biasanya mengalami gejala PMS (premenstual syndrome), dengan gejala umum mudah marah, cepat tersinggung, dan sering lapar.

Namun, jika gejala PMS sampai mengganggu aktivitas seperti menyebabkan insomnia atau depresi, bisa jadi Anda mengalami PMS berat atau PMDD (premenstrual dysphoric disorder). 

Seperti yang dikutip dari Klik Dokter, PMDD merupakan bentuk yang lebih berat dari PMS. Kondisi ini menyerang 5 persen wanita pada usia reproduksi dan ditandai dengan perubahan mood menjelang menstruasi.

Berdasarkan American College of Obstetrics and Gynecology, seorang wanita tergolong mengalami PMS apabila:

1. Gejala berlangsung selama 2 minggu terakhir siklus haid atau 2 minggu menjelang hari pertama menstruasi.
2. Gejala-gejala tersebut mengganggu kualitas hidup sehari-hari.
3. Keluhan tidak disebabkan oleh penyakit lain yang sejenis, seperti penyakit tiroid, depresi, migrain atau irritable bowel syndrome.

Sedangkan gejala PMDD dapat berupa timbulnya rasa gelisah, mudah tersinggung, depresi, insomnia, mudah cemas, serta gejala fisik lainnya seperti pada PMS. Gejala ini timbul 1 - 2 minggu menjelang menstruasi dan hilang dengan sendirinya seiring dengan mulainya menstruasi.

Gejalanya pun dapat berbeda-beda setiap bulan, seperti:
- Penurunan mood, perasan depresi dan tidak berdaya
Mudah cemas dan tegang.
- Mood yang berubah-ubah (tiba-tiba menangis, sensitif berlebihan).
- Mudah tersinggung, mudah marah, menciptakan konflik
Berkurangnya ketertarikan pada aktivitas biasanya (pekerjaan atau hobi).
- Sulit berkonsentrasi dan memusatkan perhatian
Mudah lesu dan lelah.
- Perubahan nafsu makan, makan berlebihan
- Tidur berlebihan atau susah tidur
- Sulit mengontrol emosi
- Gejala fisik seperti nyeri atau pembengkakan pada payudara, nyeri kepala, nyeri otot, perasaan begah dan peningkatan berat badan.

Loading...

Seseorang didiagnosis PMDD apabila mengalami paling tidak 5 dari gejala-gejala di atas dan terjadi pada 2 siklus menstruasi berturut - turut. Biasanya gejala dialami 7–10 hari sebelum hari pertama menstruasi dan akan menghilang setelah siklus haid selesai.

Saat ini belum diketahui secara pasti penyebab dari PMDD. Namun, penyebabnya berkaitan dengan gejolak atau perubahan hormon estrogen dan progesteron menjelang menstruasi, sehingga menimbulkan reaksi abnormal dari tubuh.

Beberapa studi menyebutkan bahwa PMDD berkaitan dengan kadar serotonin (zat kimia di otak yang membantu mengirimkan sinyal kepada saraf) yang rendah. Padahal, beberapa sel di otak menggunakan serotonin untuk mengontrol mood, fokus, tidur dan rasa nyeri.

Perubahan hormonal tersebutlah yang kemudian menyebabkan penurunan kadar serotonin sehingga menimbulkan gejala PMDD. Dengan penanganan yang tepat, gejala - gejala tersebut dapat berkurang dan Anda dapat kembali beraktivitas normal.

Pemberian antidepresan seperti fluoxetine atau sertraline juga dapat membantu untuk mengurangi gejala. Jika pasien memiliki gejala cemas, maka dapat pula diberikan benzodiazepine.

Menjelang menstruasi, setiap wanita akan mengalami gejala PMS yang berisiko mengganggu aktivitas. Jika disepelekan, gejala PMS berat dapat menyebabkan penyakit serius seperti PMDD. Untuk menjaga kesehatan selama menstruasi, lakukan gaya hidup sehat dan konsumsilah makanan bergizi seimbang.

Tags
Loading...
Loading...