Jumat, 20 Juli 2018 06:30 WITA

Kenali Penyebab Kelelahan Seperti Kondisi yang Dialami SBY

Editor: Fathul Khair Akmal
Kenali Penyebab Kelelahan Seperti Kondisi yang Dialami SBY
Prabowo Subianto menjenguk SBY di RSPAD, Rabu malam, 18 Juli 2018 (Foto: VIVA.co)

RAKYATKU.COM - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada hari Selasa (17/07) lalu. Penyebab ia harus dirawat adalah kelelahan. Dikatakan bahwa penyebab dirinya kelelahan adalah karena baru menghadiri reuni SMA di Pacitan, Jawa Timur, dan sempat begadang nonton bareng Piala Dunia.

“Mudah-mudahan hari ini sudah (lebih baik). Memang tiga hari yang lalu saya melihat beliau lelah sekali. Mungkin karena reuni SMA di Pacitan, pulang dari sana ke Yogyakarta, terus lanjut ada nonton bareng (pertandingan final Piala Dunia). Jadi saya melihat tiga hari yang lalu memang ada nuansa kelelahan,” jelas Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Amir Syamsudin, pada hari Rabu (18/07) kepada Liputan6.com, menyanggah rumor bahwa SBY mengalami stres terkait proses pencalegan.

Menurut keterangan dari Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean, melihat kondisi SBY tersebut, kemarin tim dokter kepresidenan menyarankannya untuk istirahat total. Dokter menyarankannya untuk tidak menerima tamu karena saat menerima kunjungan, ia harus duduk dan berbicara, sehingga dapat membuatnya kembali kelelahan.

Meski demikian, pada malam harinya SBY menerima kunjungan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto selama kurang lebih 20 menit. Tak hanya itu, jika Anda termasuk follower Ani Yudhoyono di Instagram, ada unggahan foto SBY yang masih terlihat bekerja meski jarum infus terpasang di tangan tangannya, dengan keterangan foto: “Dalam kondisi apa pun, tugas harus dituntaskan.” Wah, semoga saja hal-hal ini tidak mengganggu istirahat total yang dianjurkan dokter, dan tidak semakin memperparah kondisi mantan Presiden RI era 2004–2014 ini.

Berbagai penyebab kelelahan seperti yang dialami SBY
Meski sudah ada pernyataan resmi mengenai penyebab SBY dirawat, yaitu kelelahan, tapi belum adalah keterangan resmi dari tim dokter mengenai apa yang melatarbelakangi kelelahan yang dialami Presiden Republik Indonesia ke-6 ini.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan kelelahan.

Anemia
“Salah satu kondisi medis yang paling sering mengakibatkan tubuh mudah lelah adalah anemia defisiensi besi. Biasanya, orang yang mengalami anemia defisiensi besi, tanpa melakukan hal apa pun akan merasakan mudah lelah dan otot terasa berat,” kata dr. Nadia Octavia dari KlikDokter menjelaskan.

Sindrom kelelahan kronis (chronic fatigue syndrome)
Sindrom kelelahan kronis atau myalgia encephalomyelitis merupakan suatu kondisi sering mudah lelah dan parah yang berlangsung selama minimal 6 bulan. Biasanya disertai juga dengan gejala lain seperti nyeri tenggorokan, nyeri otot dan persendian, serta nyeri kepala.

Penyakit celiac
Ini merupakan suatu kondisi medis karena adanya intoleransi terhadap makanan tertentu. Biasanya tubuh menjadi sensitif terhadap gluten yang biasanya terkandung pada roti, kue, dan sereal. Ditambahkan oleh dr. Nadia, selain mudah lelah, gejala-gejala penyakit celiac adalah diare, anemia, dan penurunan berat badan.

Sleep apnea
Sleep apnea adalah kondisi terjadinya penyempitan tenggorokan dan menutup selama tertidur. Kondisi ini mengganggu pernapasan, sehingga menyebabkan Anda tidur mendengkur dan menurunnya oksigen dalam darah. “Pada akhirnya, kondisi ini dapat menyebabkan Anda mudah terbangun dan merasa lelah keesokan harinya,” dr. Nadia menambahkan.

Diabetes
Salah satu gejala utama diabetes yang disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi adalah mudah lelah. Gejala lainnya antara lain sering buang air kecil, mudah haus dan penurunan berat badan.

Gangguan kecemasan dan depresi
“Merasa cemas atau sesekali khawatir merupakan hal yang normal. Namun, pada beberapa orang, hal ini terjadi secara terus-menerus, merasa cemas, gugup, atau gelisah. Hal ini dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari dan menyebabkan kelelahan,” kata dr. Nadia.

Sama halnya dengan depresi yang membuat Anda terjebak dalam kesedihan, depresi juga dapat menguras energi Anda, sudah tidur, dan kelelahan ketika terbangun keesokan harinya.

Berat badan kurang atau berlebih
Memiliki kelebihan berat badan meningkatkan risiko terjadinya kelelahan karena berbagai alasan, termasuk membawa “beban” lebih berat, lebih mungkin mengalami nyeri otot dan sendi, dan cenderung memiliki kondisi yang kelelahan merupakan gejalanya, seperti diabetes atau sleep apnea.

Seseorang yang berat badannya kurang juga lebih mudah lelah, yang kondisinya bergantung pada individu. Gangguan pola makan, kanker, penyakit kronis, dan kurangnya hormon tiroid dapat menyebabkan penurunan berat badan dan kelelahan.

Apa pun penyebab kelelahan yang dialami SBY, dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter menganjurkan untuk mencoba mengurangi aktivitas agar tidak berlebihan, istirahat yang cukup, makan secara teratur dengan gizi seimbang, banyak minum air putih, dan berolahraga secara teratur minimal tiga kali per minggu. Untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh, terapkan pola hidup sehat, kelola stres dengan baik, serta periksakan diri ke dokter secara berkala.

Sumber: klikdokter.com