Jumat, 20 Juli 2018 01:30 WITA

Setelah Makan Malam Langsung Tidur, Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Editor: Fathul Khair Akmal
Setelah Makan Malam Langsung Tidur, Bisa Tingkatkan Risiko Kanker
Ilustrasi

RAKYATKU.COM - Langsung tidur setelah makan malam ternyata bisa meningkatkan risiko kanker payudara dan prostat. Kesimpulan ini didapat pada penelitian yang dilakukan Dr. Manolis Kogevinas, seorang profesor penelitian di Institut Kesehatan Global Barcelona di Spanyol.

Dikutip dari suara.com, ia mengatakan konsumsi camilan atau makanan besar sebelum tidur dapat menimbulkan efek yang tak terduga selain obesitas yang banyak dikhawatirkan orang. Manolis Kogevinas menjelaskan, ada kemungkinan kebiasaan makan terlalu larut ini dapat memicu gangguan pada ritme sirkadian yang mengarah pada kanker.

"Dampaknya bisa sangat penting dalam budaya seperti di Eropa selatan, di mana masyarakat biasanya makan malam terlambat," katanya.

Peneliti menemukan bahwa individu yang makan malam sebelum pukul sembilan atau mereka yang menunggu setidaknya dua jam untuk tidur setelah makan berisiko 26 persen lebih rendah terkena kanker prostat dan 16 persen lebih rendah risikonya untuk mengidap kanker payudara, dibandingkan mereka yang langsung tidur setelah makan malam.

"Mekanismenya memang tidak jelas. Tapi kita dan semua organisme hidup memiliki peran berbeda di siang dan malam hari. Itu sebabnya perubahan ritme sirkadian ini memicu pertumbuhan sel tumor," terang Manolis Kogevinas.

Untuk mendapatkan temuan ini peneliti menganalisis 621 orang yang menderita kanker prostat dan 1.205 yang menderita kanker payudara, serta 872 lelaki dan 1.321 pasien perempuan tanpa kanker sebagai kelompok kontrol.

Para peneliti mewawancarai mereka tentang kapan mereka makan dan kebiasaan tidur mereka. Peserta juga diminta mengisi kuesioner tentang kebiasaan makan mereka.

"Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa risiko kanker payudara dan prostat lebih tinggi pada pekerja shift malam kemungkinan karena gangguan ritme sirkadian," kata Manolis Kogevinas.

Pada 2007, Badan Internasional Badan Penelitian Kanker Internasional mengumumkan bahwa kerja shift malam yang mengganggu ritme sirkadian adalah faktor risiko kanker. Studi baru ini memang tidak melihat pekerja shift, tetapi mungkin pencernaan pada malam hari menyebabkan gangguan pada siklus tidur seseorang.

"Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami alasan di balik temuan ini, tetapi semuanya tampaknya menunjukkan bahwa waktu tidur memengaruhi kapasitas kita untuk memetabolisme makanan," kata penulis studi, Dora Romaguera.