Kamis, 19 Juli 2018 10:16 WITA

Apakah Gula Jawa Bermanfaat untuk Mengobati Diabetes?

Editor: Suriawati
Apakah Gula Jawa Bermanfaat untuk Mengobati Diabetes?
INT

RAKYATKU.COM - Ada banyak perdebatan tentang efek jaggery atau gula jawa terhadap diabetes. Beberapa berpendapat bahwa itu bisa menjadi pengganti gula pasir, sementara banyak yang mengatakan itu bisa memperburuk diabetes. Mana yang tepat?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu memahami apa itu diabetes. Ini adalah penyakit yang timbul ketika kadar gula darah (atau glukosa darah) terlalu tinggi untuk periode yang lama.

Pada dasarnya, sel-sel tubuh manusia membutuhkan glukosa untuk energi, dan memperoleh glukosa dari makanan yang dikonsumsi. Glukosa ini diangkut ke semua sel di dalam tubuh, oleh hormon insulin.

Tapi jika menderita diabetes, tubuh tidak menghasilkan cukup insulin, sehingga menghasilkan akumulasi glukosa darah di dalam tubuh, yang menyebabkan lonjakan kadar gula.

Jika tidak didiagnosis dan diobati dalam waktu cepat, diabetes dapat menyebabkan masalah berat pada mata, saraf, dan ginjal. Kondisi ini juga dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

Ada berbagai jenis diabetes, diantaranya:

  • Diabetes Tipe 1, di mana pankreas gagal menghasilkan cukup insulin.
  • Diabetes Tipe 2, di mana sel-sel gagal untuk merespon insulin dengan tepat
  • Diabetes Gestational, ini terjadi pada wanita hamil, karena kadar gula darah yang tinggi.
  • Pradiabetes, di mana kadar gula darah lebih tinggi dari biasanya, tapi tidak cukup tinggi untuk disebut diabetes.

Sekarang, kembali ke pertanyaan awal, apakah gula jawa baik untuk penderita diabetes atau tidak?

Gula jawa diyakini menawarkan sedikit bantuan untuk diabetes. Ini lebih bergizi daripada gula, mengandung kalsium, zat besi, dan mineral penting lainnya. Karena itulah, gula ini tidak mempengaruhi tubuh seperti halnya gula pasir.

Tapi gula jawa diserap perlahan di dalam tubuh, dan tetap meningkatkan kadar gula. Saat mengonsumsi gula jawa, tubuh Anda akan mengandung jumlah gula yang hampir sama seperti ketika Anda mengonsumsi gula putih. Satu-satunya perbedaan adalah gula jawa membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk menyebabkan lonjakan.

Jika Anda tidak menderita diabetes, gula akan menjadi pengganti gula yang sangat baik. Tapi jika Anda menderita diabetes, Anda harus menghindarinya, sama seperti Anda menghindari gula pasir dan produk terkait lainnya.

Alasan lain untuk ini adalah gula memiliki Indeks glikemik yang sangat tinggi, sementara diet pasien diabetes harusnya hanya terdiri dari makanan dengan Indeks Glikemik rendah.